20131016

01 TAROT dan AURA

Pada penggunaan kartu TAROT ada dua pertanyaan besar yang sering timbul. Yaitu: "Bagaimana cara membaca kartu?" dan "Kenapa kartu yang terambil bisa tepat?". Untuk pertanyaan yang pertama sudah banyak dibahas di buku-buku psikologi, yaitu tentang pemaknaan simbol. Saya coba untuk membahas pertanyaan yang kedua dengan pendekatan hukum fisika.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu memahami tentang adanya Energi Aura. Energi Aura adalah energi yang memancar disekitar benda berenergi atau makhluk hidup. Energi aura mempunyai dua besaran pokok, yaitu panjang gelombang dan intensitas cahaya. Panjang gelombang (λ) mempunyai satuan meter, yaitu sama dengan 1 per frekuensi (f) dengan satuan Hertz. Dalam notasi bisa dituliskan sebagai berikut: λ = ( 1 / f ).

Dalam kehidupan sehari-hari panjang gelombang biasa kita kenal dengan warna, artinya setiap warna mempunyai panjang gelombang yang berbeda. Warna aura termasuk warna yang tidak kasat mata (tak tampak). Karena warna aura berada dua oktaf di bawah cahaya tampak. Satu oktaf cahaya terdiri dari berbagai warna, yaitu: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Ini serupa dengan oktaf pada tangga nada do, re, mi, fa, so, la, si.


Warna aura dapat diamati menggunakan berbagai cara. Ada dua cara yang paling sering digunakan, yaitu menggunakan Kirlian Photography dan Aura Video Station. Pada teknik Kirlian Photography, kita hanya bisa mengambil gambar untuk Aura pada suatu saat tertentu. Teknik ini baik digunakan untuk mengamati aura tumbuhan atau benda berenergi.

Untuk mengamati aura hewan dan manusia disarankan menggunakan teknik Aura Video Station (AVS). Alat ini dihubungkan ke personal komputer dan mempunyai alat input tambahan berupa plat metal tempat menaruh telapak tangan bagi orang yang mau dilihat Auranya. Untuk melihat aura hewan, tentu saja dibutuhkan penyesuaian alat input tambahan.

Dengan bantuan kamera AVS kita bisa mengamati bahwa ternyata aura manusia itu dinamis (tidak statis). Aura kita terus berubah warna mengikuti suatu pola tertentu. Bahkan jika kita memikirkan sesuatu yang mempengaruhi mental dan emosi kita, maka pola warna aura juga ikut berubah. Memang ada warna aura dominan, tapi itu belum bisa mewakili keseluruhan informasi yang dapat dibaca lewat perubahan pada pola warna aura.

Besaran Aura yang kedua adalah intensitas cahaya. Untuk cahaya tampak, satuan intensitas cahayanya adalah candela (kuat cahaya lilin). Tapi untuk cahaya tak tampak, saya belum tau apa satuan yang dipakai. Intensitas cahaya Aura dapat kita amati pada terang atau redupnya cahaya Aura pada hasil Kirlian Photography atau hasil Aura Video Station.

Perlu di-ingat, cahaya Aura berada dua oktaf di bawah cahaya tampak. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa masih banyak cahaya Aura yang lebih rendah lagi oktafnya. Ini terjadi karena keterbatasan alat ukur dan pengamatan. Energi Aura pada setiap kartu Tarot pun demikian, masih sulit untuk diamati menggunakan instrument alat ukur yang ada.

Ketika kartu Tarot dicetak, energi Auranya sama dengan energi Aura kertas bergambar yang lainnya. Begitu juga saat kita membelinya di toko buku atau toko hobi. Namun ketika seorang Tarot Reader memberikan makna terhadap gambar pada setiap kartu, maka energi Aura yang dipancarkan oleh Tarot Reader akan memodulasi sinyal informasi pada kartu Tarot. Dalam hal ini kartu Tarot berfungsi sebagai sinyal pembawa atau carier.

Kartu Tarot saya anggap sebagai sinyal yang mempunyai pola frekuensi tertentu. Karena menurut fisika quantum, benda terkecil yang menyusun semua benda yang ada bukanlah partikel, melainkan vibrasi energi yang bereaksi terhadap niat penelitinya. Maka itu hati-hati terhadap niat pikiran, karena akan mempengaruhi vibrasi energi benda-benda di sekitar kita.
Seorang Tarot Reader adalah orang yang mempunyai fokus pikiran yang sudah terlatih. Karena menurut saya urutan gambar pada kartu Tarot adalah ajaran budi pekerti luhur yang akan membimbing Tarot Reader untuk memperbaiki akhlak atau kepribadiannya. Jika seorang Tarot Reader sungguh-sungguh disiplin memperbaiki akhlak atau kepribadian mengikuti panduan pada urutan gambar di kartu Tarot, maka akan menjadi orang dengan pengendalian pikiran yang fokus, dan pengendalian diri yang baik.

Itulah sekilas tentang energi Aura dan proses terjadinya energi Aura tertentu pada setiap kartu Tarot. Sekarang saya akan mencoba menjelaskan jawaban dari pertanyaan: "Kenapa kartu yang terambil bisa tepat?".

Semua yang terjadi di alam ini bekerja dengan satu hukum yang sama yaitu hukum tarik-menarik. Sejak dulu hingga nanti hukum ini selalu bekerja. Orang-orang bijak, pemikir, dan para pemimpin besar telah mengetahui rahasia ini. Sekarang saya coba menjelaskan hukum ini pada anda.
  • Segala sesuatu yang datang ke dalam hidup anda ditarik oleh anda ke dalam hidup anda. Dan segala sesuatu itu tertarik ke anda oleh citra-citra yang anda pelihara dalam benak. Apapun yang berlangsung dalam benak, anda menariknya ke diri anda.” Bob Proctor (buku The Secret)
  • Anda akan menarik apapun yang anda fokuskan ke dalam hidup anda. Apapun yang anda beri energi dan perhatian akan kembali kepada anda. Jadi jika anda terus berfokus pada hal-hal yang baik dan positif di dalam hidup anda, otomatis anda akan menarik lebih banyak hal-hal yang baik dan positif ke dalam hidup anda.” Jack Canfield (buku Key to Living The Law of Attraction)
  • Sesuatu akan menarik pada dirinya segala hal yang satu sifat dengannya.” Erbe Sentanu (buku Quantum Ikhlas)
  • Kita adalah magnet hidup. Kita menarik ke dalam hidup kita orang-orang dan keadaan-keadaan yang harmonis dengan pikiran dominan kita.” Brian Tracy (buku Law of Attraction Tarot)
  • Perasaan baik menandakan anda sedang dalam frekuensi cinta yang positif. Perasaan buruk menandakan anda sedang berada pada frekuensi negatif. Apapun yang anda rasakan, entah baik atau buruk, menentukan frekuensi anda, dan seperti magnet, anda pun menarik orang2, kejadian2, dan keadaan2 yang berada pada frekuensi yang sama!” Rhonda Byrne (buku The Power)
Citra yang dipelihara dalam benak, fokus perhatian, sifat, pikiran dominan, frekuensi perasaan, semua itu adalah hal-hal yang mempengaruhi panjang gelombang (warna) dan intensitas (kekuatan) energi Aura yang kita pancarkan. Maka alam pun akan bereaksi dengan memberikan orang-orang, kejadian, dan ide-ide yang selaras dengan energi Aura yang kita pancarkan.

Jika kita berpikir bahwa saya adalah orang yang paling pintar di kantor, semua orang adalah bodoh dan selalu salah dalam bekerja. Maka secara emosi kita akan menjadi seorang pemarah. Aura pemarah yang kita pancarkan, akan membuat orang-orang di sekeliling kita menjadi tidak suka dan marah kepada kita. Memarahi orang lain hanya akan membuat orang lain menjadi marah pada kita.

Jika orang seperti yang saya sebutkan di atas menanyakan mengenai pekerjaan di kantor, kemudian ia mencari jawaban dengan mengambil salah satu kartu Tarot. Maka kemungkinan kartu Tarot yang akan terambil adalah The Tower atau The Emperor.

Begitulah cara kerja kartu ini. Orang yang memikirkan sesuatu akan mengambil kartu Tarot yang auranya selaras dengan hal yang sedang dipikirkannya. Kartu Tarot itu tertarik pada kita sesuai dengan pancaran aura yang dipengaruhi oleh pola pikir, kepribadian, dan kebiasaan kita. Begitu juga dengan orang-orang, kejadian, dan ide-ide yang akan tertarik ke dalam hidup kita dan membentuk masa depan kita. Semua itu hanya reaksi alam terhadap energi Aura yang kita pancarkan.

Maka itu gunakanlah katu Tarot untuk men-simulasikan hukum tarik-menarik yang bekerja pada kita. Sehingga kita bisa mengetahui hal-hal negatif apa yang akan ikut tertarik ke dalam hidup kita. Sebelum hal negatif itu terjadi, perbaikilah pancaran aura kita. Yaitu dengan memperbaiki pola pikir, kepribadian, dan kebiasaan kita.