Pada
penggunaan kartu TAROT ada dua pertanyaan besar yang sering timbul.
Yaitu: "Bagaimana cara membaca kartu?"
dan "Kenapa kartu yang terambil bisa
tepat?". Untuk pertanyaan yang pertama
sudah banyak dibahas di buku-buku psikologi, yaitu tentang pemaknaan
simbol. Saya coba untuk membahas pertanyaan yang kedua dengan
pendekatan hukum fisika.
Untuk
menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu memahami tentang adanya
Energi Aura. Energi Aura adalah energi yang memancar disekitar benda
berenergi atau makhluk hidup. Energi aura mempunyai dua besaran
pokok, yaitu panjang gelombang dan intensitas cahaya. Panjang
gelombang (λ) mempunyai
satuan meter, yaitu sama dengan 1 per frekuensi (f) dengan satuan
Hertz. Dalam notasi bisa dituliskan sebagai berikut: λ
= ( 1 / f ).
Dalam
kehidupan sehari-hari panjang gelombang biasa kita kenal dengan
warna, artinya setiap warna mempunyai panjang gelombang yang berbeda.
Warna aura termasuk warna yang tidak kasat mata (tak tampak). Karena
warna aura berada dua oktaf di bawah cahaya tampak. Satu oktaf cahaya
terdiri dari berbagai warna, yaitu: merah, jingga, kuning, hijau,
biru, nila, ungu. Ini serupa dengan oktaf pada tangga nada do, re,
mi, fa, so, la, si.
Warna
aura dapat diamati menggunakan berbagai cara. Ada dua cara yang
paling sering digunakan, yaitu menggunakan Kirlian Photography dan
Aura Video Station. Pada teknik Kirlian Photography, kita hanya bisa
mengambil gambar untuk Aura pada suatu saat tertentu. Teknik ini baik
digunakan untuk mengamati aura tumbuhan atau benda berenergi.
Untuk
mengamati aura hewan dan manusia disarankan menggunakan teknik Aura
Video Station (AVS). Alat ini dihubungkan ke personal komputer dan
mempunyai alat input tambahan berupa plat metal tempat menaruh
telapak tangan bagi orang yang mau dilihat Auranya. Untuk melihat
aura hewan, tentu saja dibutuhkan penyesuaian alat input tambahan.
Dengan
bantuan kamera AVS kita bisa mengamati bahwa ternyata aura manusia
itu dinamis (tidak statis). Aura kita terus berubah warna mengikuti
suatu pola tertentu. Bahkan jika kita memikirkan sesuatu yang
mempengaruhi mental dan emosi kita, maka pola warna aura juga ikut
berubah. Memang ada warna aura dominan, tapi itu belum bisa mewakili
keseluruhan informasi yang dapat dibaca lewat perubahan pada pola
warna aura.
Besaran
Aura yang kedua adalah intensitas cahaya. Untuk cahaya tampak, satuan
intensitas cahayanya adalah candela (kuat cahaya lilin). Tapi untuk
cahaya tak tampak, saya belum tau apa satuan yang dipakai. Intensitas
cahaya Aura dapat kita amati pada terang atau redupnya cahaya Aura
pada hasil Kirlian Photography atau hasil Aura Video Station.
Perlu
di-ingat, cahaya Aura berada dua oktaf di bawah cahaya tampak. Tapi
tidak menutup kemungkinan bahwa masih banyak cahaya Aura yang lebih
rendah lagi oktafnya. Ini terjadi karena keterbatasan alat ukur dan
pengamatan. Energi Aura pada setiap kartu Tarot pun demikian, masih
sulit untuk diamati menggunakan instrument alat ukur yang ada.
Ketika
kartu Tarot dicetak, energi Auranya sama dengan energi Aura kertas
bergambar yang lainnya. Begitu juga saat kita membelinya di toko buku
atau toko hobi. Namun ketika seorang Tarot Reader memberikan makna
terhadap gambar pada setiap kartu, maka energi Aura yang dipancarkan
oleh Tarot Reader akan memodulasi sinyal informasi pada kartu Tarot.
Dalam hal ini kartu Tarot berfungsi sebagai sinyal pembawa atau
carier.
Kartu
Tarot saya anggap sebagai sinyal yang mempunyai pola frekuensi
tertentu. Karena menurut fisika quantum, benda terkecil yang menyusun
semua benda yang ada bukanlah partikel, melainkan vibrasi energi yang
bereaksi terhadap niat penelitinya. Maka itu hati-hati terhadap niat
pikiran, karena akan mempengaruhi vibrasi energi benda-benda di
sekitar kita.
Seorang
Tarot Reader adalah orang yang mempunyai fokus pikiran yang sudah
terlatih. Karena menurut saya urutan gambar pada kartu Tarot adalah
ajaran budi pekerti luhur yang akan membimbing Tarot Reader untuk
memperbaiki akhlak atau kepribadiannya. Jika seorang Tarot Reader
sungguh-sungguh disiplin memperbaiki akhlak atau kepribadian
mengikuti panduan pada urutan gambar di kartu Tarot, maka akan
menjadi orang dengan pengendalian pikiran yang fokus, dan
pengendalian diri yang baik.
Itulah
sekilas tentang energi Aura dan proses terjadinya energi Aura
tertentu pada setiap kartu Tarot. Sekarang saya akan mencoba
menjelaskan jawaban dari pertanyaan: "Kenapa
kartu yang terambil bisa tepat?".
Semua
yang terjadi di alam ini bekerja dengan satu hukum yang sama yaitu
hukum tarik-menarik. Sejak dulu hingga nanti hukum ini selalu
bekerja. Orang-orang bijak, pemikir, dan para pemimpin besar telah
mengetahui rahasia ini. Sekarang saya coba menjelaskan hukum ini pada
anda.
- “Segala sesuatu yang datang ke dalam hidup anda ditarik oleh anda ke dalam hidup anda. Dan segala sesuatu itu tertarik ke anda oleh citra-citra yang anda pelihara dalam benak. Apapun yang berlangsung dalam benak, anda menariknya ke diri anda.” Bob Proctor (buku The Secret)
- “Anda akan menarik apapun yang anda fokuskan ke dalam hidup anda. Apapun yang anda beri energi dan perhatian akan kembali kepada anda. Jadi jika anda terus berfokus pada hal-hal yang baik dan positif di dalam hidup anda, otomatis anda akan menarik lebih banyak hal-hal yang baik dan positif ke dalam hidup anda.” Jack Canfield (buku Key to Living The Law of Attraction)
- “Sesuatu akan menarik pada dirinya segala hal yang satu sifat dengannya.” Erbe Sentanu (buku Quantum Ikhlas)
- “Kita adalah magnet hidup. Kita menarik ke dalam hidup kita orang-orang dan keadaan-keadaan yang harmonis dengan pikiran dominan kita.” Brian Tracy (buku Law of Attraction Tarot)
- “Perasaan baik menandakan anda sedang dalam frekuensi cinta yang positif. Perasaan buruk menandakan anda sedang berada pada frekuensi negatif. Apapun yang anda rasakan, entah baik atau buruk, menentukan frekuensi anda, dan seperti magnet, anda pun menarik orang2, kejadian2, dan keadaan2 yang berada pada frekuensi yang sama!” Rhonda Byrne (buku The Power)
Citra
yang dipelihara dalam benak, fokus perhatian, sifat, pikiran dominan,
frekuensi perasaan, semua itu adalah hal-hal yang mempengaruhi
panjang gelombang (warna) dan intensitas (kekuatan) energi Aura yang
kita pancarkan. Maka alam pun akan bereaksi dengan memberikan
orang-orang, kejadian, dan ide-ide yang selaras dengan energi Aura
yang kita pancarkan.
Jika
kita berpikir bahwa saya adalah orang yang paling pintar di kantor,
semua orang adalah bodoh dan selalu salah dalam bekerja. Maka secara
emosi kita akan menjadi seorang pemarah. Aura pemarah yang kita
pancarkan, akan membuat orang-orang di sekeliling kita menjadi tidak
suka dan marah kepada kita. Memarahi orang lain hanya akan membuat
orang lain menjadi marah pada kita.
Jika
orang seperti yang saya sebutkan di atas menanyakan mengenai
pekerjaan di kantor, kemudian ia mencari jawaban dengan mengambil
salah satu kartu Tarot. Maka kemungkinan kartu Tarot yang akan
terambil adalah The Tower atau The Emperor.
Begitulah
cara kerja kartu ini. Orang yang memikirkan sesuatu akan mengambil
kartu Tarot yang auranya selaras dengan hal yang sedang
dipikirkannya. Kartu Tarot itu tertarik pada kita sesuai dengan
pancaran aura yang dipengaruhi oleh pola pikir, kepribadian, dan
kebiasaan kita. Begitu juga dengan orang-orang, kejadian, dan ide-ide
yang akan tertarik ke dalam hidup kita dan membentuk masa depan kita.
Semua itu hanya reaksi alam terhadap energi Aura yang kita pancarkan.
Maka
itu gunakanlah katu Tarot untuk men-simulasikan hukum tarik-menarik
yang bekerja pada kita. Sehingga kita bisa mengetahui hal-hal negatif
apa yang akan ikut tertarik ke dalam hidup kita. Sebelum hal negatif
itu terjadi, perbaikilah pancaran aura kita. Yaitu dengan memperbaiki
pola pikir, kepribadian, dan kebiasaan kita.