20140701

11 TAROT dan SELF READING



Sebelum membahas self reading, ada baiknya kita mengingat kembali beberapa hal umum tentang Tarot. Tarot adalah serangkaian kartu bergambar yang biasanya terdiri dari 78 lembar serta mempunyai komposisi tertentu. Komposisi dari serangkaian kartu Tarot biasanya terdiri dari 14 kartu Wands, 14 kartu Cups, 14 kartu Swords, 14 kartu Pentacles, dan 22 kartu Arkana Mayor. Kartu Wands, Cups, Swords, dan Pentacles, disebut juga kartu Arkana Minor. Kartu Arkana Minor menjelaskan tentang jiwa manusia, sedangkan kertu Arkana Mayor menjelaskan tentang peta perjalanan jiwa manusia.

            Tarot Reading adalah proses mewacana atau membaca atau menginterpretasikan tanda-tanda yang muncul pada kartu Tarot yang terambil. Biasanya kartu Tarot diambil setelah mengajukan pertanyaan tertentu. Kartu Tarot yang terambil digunakan sebagai tanda-tanda untuk memicu intuisi dan mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Untuk dapat memunculkan intuisi ini seorang pembaca Tarot diharapkan berada dalam kondisi sadar pada gelombang otak tetha. Sedangkan orang yang mengambil kartu Tarot diharapkan berada dalam kondisi sadar pada gelombang otak deep alpha.

            Mengapa saya menyimpulkan bahwa kondisi gelombang otak pembaca Tarot dan pengambil kartu harus diturunkan? Karena jika dalam keadaan normal di gelombang otak beta, yang mengambil kartu Tarot dan yang membaca kartu Tarot adalah pikiran sadar. Sedangkan informasi yang ingin kita dapatkan berada di pikiran bawah sadar dan di pikiran bawah sadar kolektif. Pada konsultasi menggunakan media kartu Tarot yang terjadi sesungguhnya adalah : (1) Pikiran sadar tenang dan mengamati. (2) Pikiran bawah sadar klien mengajukan pertanyaan. (3) Pikiran bawah sadar kolektif memberikan jawaban melalui pembaca Tarot.

            Seorang pembaca Tarot menurunkan gelombang otak klien dengan memanfaatkan cara kerja syaraf cermin. Jika seorang pembaca Tarot menurunkan gelombang otaknya sendiri ke frekuensi tetha, maka orang yang sedang berkomunikasi dengannya akan turun juga gelombang otaknya ke frekuensi deep alpha secara automatis. Jadi yang akan dicarikan jawabannya adalah pertanyaan dari pikiran bawah sadar, bukannya pertanyaan dari pikiran sadar. Pikiran sadar menanyakan hal-hal yang biasanya hanya merupakan efek samping dari ketidak-jelasan yang berada di pikiran bawah sadar.

            Selama ketidak-jelasan yang berada di pikiran bawah sadar tidak menemukan jawabannya, maka pikiran sadar akan terus menerus menghasilkan pertanyaan-pertanyaan tidak penting yang merupakan efek samping dari pikiran bawah sadar yang panik. Menjawab semua pertanyaan pikiran sadar, tidak akan membuat pikiran bawah sadar yang panik berubah menjadi tenang. Supaya bisa tenang kembali, yang perlu dijawab adalah ketidak-jelasan yang berada di pikiran bawah sadar klien.

            Pikiran sadar dapat diamati pada gelombang otak beta, pikiran bawah sadar dapat diamati pada gelombang otak deep alpha, dan pikiran bawah sadar kolektif bisa diamati pada gelombang otak tetha. Yang menjawab pertanyaan adalah pikiran bawah sadar kolektif yang akan memberikan informasi berupa intuisi kepada pembaca Tarot berdasarkan tanda-tanda pada kartu Tarot yang terambil. Pikiran bawah sadar kolektif bersifat tenang, pada pikiran bawah sadar kolektif tidak ada ketidak-jelasan. Kepanikan, kegelisahan, keresahan, atau kegalauan adalah gejala pada pikiran bawah sadar yang akan membuat pikiran sadar menjadi bingung, linglung, atau tidak tahu apa yang ingin dilakukan.

            Berdasarkan pendapat saya tersebut, maka bisa dipastikan bahwa seorang pembaca Tarot akan kesulitan untuk melakukan self reading. Karena ia butuh untuk mengakses dua gelombang otak yang berbeda. Yaitu mengakses kegelisahan melalui gelombang otak deep alpha, dan mengakses jawabannya melalui gelombang otak tetha. Masalah berikutnya adalah, pada gelombang otak tetha jawaban datang secara spontan atau seketika. Seorang pembaca Tarot bisa menyadari jawaban itu namun akan sangat sulit untuk mengingatnya dalam waktu yang lama. Sehingga dibutuhkan alat perekam suara atau alat tulis untuk segera mencatat jawaban dari pikiran bawah sadar kolektif.

            Tulisan saya ini adalah jawaban logis dari pertanyaan banyak orang, yaitu: “Mengapa pembaca Tarot kesulitan untuk membaca kartu bagi dirinya sendiri?”. Walaupun sulit, bukan berarti hal itu tidak mungkin untuk dilakukan. Seorang pembaca Tarot bisa saja membaca kartu bagi dirinya sendiri. Hanya saja ia butuh untuk memahami dua kondisi di atas. Yaitu kondisi bahwa yang bertanya dan yang menjawab adalah dua fungsi pikiran yang berbeda, dan jawabannya bersifat spontan dan sulit di-ingat. Di sinilah pentingnya dasar teori. Yaitu sebagai alat bantu untuk menganalisa jika terjadi hal-hal yang tidak dapat dimengerti.

            Teori yang saya jelaskan sebenarnya hanya merupakan kulit terluar dari ilmu tentang pikiran. Saya hanya mencoba menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan Tarot dan Self Reading. Untuk bisa memahami fungsi-fungsi dari pikiran sadar, pikiran bawah sadar, dan pikiran bawah sadar kolektif, tidak bijaksana untuk mempelajarinya hanya lewat diskusi dan studi literatur. Cara belajar yang saya sarankan adalah dengan meningkatkan kesadaran spiritual untuk menempuh perjalanan guna menjelajah lapisan-lapisan pikiran. Biasanya perjalanan ini ditempuh menggunakan metode berlatih meditasi dan berpantang. Anda bisa mencari buku-buku meditasi atau mengunduhnya melalui internet. Jika telah mencobanya, anda pun bisa menciptakan metode meditasi pribadi yang nyaman untuk anda.

            Hidup ini adalah hidup anda. Anda adalah tokoh utama dalam cerita hidup anda. Semua yang terjadi dalam hidup anda adalah tentang diri anda sendiri. Begitu juga kehadiran katu Tarot dalam kehidupan anda. Kartu-kartu itu hanya datang kepada mereka yang sudah siap dan benar-benar membutuhkan. Jika anda adalah seorang pembaca Tarot, maka kartu-kartu itu datang untuk memperlihatkan rambu-rambu kepada anda. Tugas utama anda adalah menolong diri anda sendiri menggunakan kartu Tarot itu. Jika anda membacakan kartu Tarot untuk orang lain, maka pada hakekatnya itu adalah salah satu cara untuk menolong diri anda sendiri. Kebaikan yang anda tabur, anda sendiri yang akan menuai manfaatnya.

Jika anda cukup jeli untuk mengamati, semua nasehat yang anda berikan kepada orang lain sesungguhnya berlaku juga untuk diri anda sendiri. Anda hanya akan bertemu dengan klien yang mempunyai frekuensi aura yang sama dengan anda. Berdasarkan hukum tarik-menarik, anda hanya akan bertemu dengan klien yang mempunyai permasalahan yang mirip dengan apa yang pernah anda hadapi atau mirip dengan apa yang sedang anda hadapi saat ini.