Sebelum membahas self reading, ada baiknya kita mengingat kembali beberapa hal umum tentang Tarot. Tarot adalah serangkaian kartu bergambar yang biasanya terdiri dari 78 lembar serta mempunyai komposisi tertentu. Komposisi dari serangkaian kartu Tarot biasanya terdiri dari 14 kartu Wands, 14 kartu Cups, 14 kartu Swords, 14 kartu Pentacles, dan 22 kartu Arkana Mayor. Kartu Wands, Cups, Swords, dan Pentacles, disebut juga kartu Arkana Minor. Kartu Arkana Minor menjelaskan tentang jiwa manusia, sedangkan kertu Arkana Mayor menjelaskan tentang peta perjalanan jiwa manusia.
Tarot Reading adalah proses mewacana
atau membaca atau menginterpretasikan tanda-tanda yang muncul pada kartu Tarot
yang terambil. Biasanya kartu Tarot diambil setelah mengajukan pertanyaan
tertentu. Kartu Tarot yang terambil digunakan sebagai tanda-tanda untuk memicu
intuisi dan mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Untuk dapat
memunculkan intuisi ini seorang pembaca Tarot diharapkan berada dalam kondisi
sadar pada gelombang otak tetha. Sedangkan orang yang mengambil kartu Tarot
diharapkan berada dalam kondisi sadar pada gelombang otak deep alpha.
Mengapa saya menyimpulkan bahwa
kondisi gelombang otak pembaca Tarot dan pengambil kartu harus diturunkan?
Karena jika dalam keadaan normal di gelombang otak beta, yang mengambil kartu
Tarot dan yang membaca kartu Tarot adalah pikiran sadar. Sedangkan informasi
yang ingin kita dapatkan berada di pikiran bawah sadar dan di pikiran bawah sadar
kolektif. Pada konsultasi menggunakan media kartu Tarot yang terjadi
sesungguhnya adalah : (1) Pikiran sadar tenang dan mengamati. (2) Pikiran bawah
sadar klien mengajukan pertanyaan. (3) Pikiran bawah sadar kolektif memberikan
jawaban melalui pembaca Tarot.
Seorang pembaca Tarot menurunkan
gelombang otak klien dengan memanfaatkan cara kerja syaraf cermin. Jika seorang
pembaca Tarot menurunkan gelombang otaknya sendiri ke frekuensi tetha, maka
orang yang sedang berkomunikasi dengannya akan turun juga gelombang otaknya ke
frekuensi deep alpha secara automatis. Jadi yang akan dicarikan jawabannya
adalah pertanyaan dari pikiran bawah sadar, bukannya pertanyaan dari pikiran
sadar. Pikiran sadar menanyakan hal-hal yang biasanya hanya merupakan efek
samping dari ketidak-jelasan yang berada di pikiran bawah sadar.
Selama ketidak-jelasan yang berada
di pikiran bawah sadar tidak menemukan jawabannya, maka pikiran sadar akan
terus menerus menghasilkan pertanyaan-pertanyaan tidak penting yang merupakan
efek samping dari pikiran bawah sadar yang panik. Menjawab semua pertanyaan
pikiran sadar, tidak akan membuat pikiran bawah sadar yang panik berubah
menjadi tenang. Supaya bisa tenang kembali, yang perlu dijawab adalah
ketidak-jelasan yang berada di pikiran bawah sadar klien.
Pikiran sadar dapat diamati pada
gelombang otak beta, pikiran bawah sadar dapat diamati pada gelombang otak deep
alpha, dan pikiran bawah sadar kolektif bisa diamati pada gelombang otak tetha.
Yang menjawab pertanyaan adalah pikiran bawah sadar kolektif yang akan
memberikan informasi berupa intuisi kepada pembaca Tarot berdasarkan
tanda-tanda pada kartu Tarot yang terambil. Pikiran bawah sadar kolektif
bersifat tenang, pada pikiran bawah sadar kolektif tidak ada ketidak-jelasan.
Kepanikan, kegelisahan, keresahan, atau kegalauan adalah gejala pada pikiran
bawah sadar yang akan membuat pikiran sadar menjadi bingung, linglung, atau
tidak tahu apa yang ingin dilakukan.
Berdasarkan pendapat saya tersebut,
maka bisa dipastikan bahwa seorang pembaca Tarot akan kesulitan untuk melakukan
self reading. Karena ia butuh untuk mengakses dua gelombang otak yang berbeda.
Yaitu mengakses kegelisahan melalui gelombang otak deep alpha, dan mengakses
jawabannya melalui gelombang otak tetha. Masalah berikutnya adalah, pada
gelombang otak tetha jawaban datang secara spontan atau seketika. Seorang
pembaca Tarot bisa menyadari jawaban itu namun akan sangat sulit untuk
mengingatnya dalam waktu yang lama. Sehingga dibutuhkan alat perekam suara atau
alat tulis untuk segera mencatat jawaban dari pikiran bawah sadar kolektif.
Tulisan saya ini adalah jawaban
logis dari pertanyaan banyak orang, yaitu: “Mengapa pembaca Tarot kesulitan
untuk membaca kartu bagi dirinya sendiri?”. Walaupun sulit, bukan berarti hal
itu tidak mungkin untuk dilakukan. Seorang pembaca Tarot bisa saja membaca
kartu bagi dirinya sendiri. Hanya saja ia butuh untuk memahami dua kondisi di
atas. Yaitu kondisi bahwa yang bertanya dan yang menjawab adalah dua fungsi
pikiran yang berbeda, dan jawabannya bersifat spontan dan sulit di-ingat. Di
sinilah pentingnya dasar teori. Yaitu sebagai alat bantu untuk menganalisa jika
terjadi hal-hal yang tidak dapat dimengerti.
Teori yang saya jelaskan sebenarnya
hanya merupakan kulit terluar dari ilmu tentang pikiran. Saya hanya mencoba
menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan Tarot dan Self Reading. Untuk bisa
memahami fungsi-fungsi dari pikiran sadar, pikiran bawah sadar, dan pikiran
bawah sadar kolektif, tidak bijaksana untuk mempelajarinya hanya lewat diskusi
dan studi literatur. Cara belajar yang saya sarankan adalah dengan meningkatkan
kesadaran spiritual untuk menempuh perjalanan guna menjelajah lapisan-lapisan
pikiran. Biasanya perjalanan ini ditempuh menggunakan metode berlatih meditasi
dan berpantang. Anda bisa mencari buku-buku meditasi atau mengunduhnya melalui
internet. Jika telah mencobanya, anda pun bisa menciptakan metode meditasi
pribadi yang nyaman untuk anda.
Hidup ini adalah hidup anda. Anda
adalah tokoh utama dalam cerita hidup anda. Semua yang terjadi dalam hidup anda
adalah tentang diri anda sendiri. Begitu juga kehadiran katu Tarot dalam
kehidupan anda. Kartu-kartu itu hanya datang kepada mereka yang sudah siap dan
benar-benar membutuhkan. Jika anda adalah seorang pembaca Tarot, maka
kartu-kartu itu datang untuk memperlihatkan rambu-rambu kepada anda. Tugas
utama anda adalah menolong diri anda sendiri menggunakan kartu Tarot itu. Jika
anda membacakan kartu Tarot untuk orang lain, maka pada hakekatnya itu adalah
salah satu cara untuk menolong diri anda sendiri. Kebaikan yang anda tabur,
anda sendiri yang akan menuai manfaatnya.
Jika anda cukup jeli untuk mengamati, semua nasehat yang anda berikan
kepada orang lain sesungguhnya berlaku juga untuk diri anda sendiri. Anda hanya
akan bertemu dengan klien yang mempunyai frekuensi aura yang sama dengan anda.
Berdasarkan hukum tarik-menarik, anda hanya akan bertemu dengan klien yang
mempunyai permasalahan yang mirip dengan apa yang pernah anda hadapi atau mirip
dengan apa yang sedang anda hadapi saat ini.