20150711

12 TAROT dan SPONTANITAS


Pendidikan akademis sering kali menuntut seseorang untuk selalu berpikir logis atau rasional. Akibatnya tindakan dan ucapan orang tersebut selalu beralasan dan mengikuti suatu tata cara tertentu. Yaitu melakukan suatu perbuatan untuk mewujudkan tujuan yang di-inginkan. Sehingga orang-orang yang berbuat tanpa alasan, tujuan, atau keinginan sering kali dianggap tidak lazim. Begitu juga dengan orang-orang yang bertindak tanpa tata cara atau aturan, sering kali dianggap  liar.

Padahal satu-satunya cara menjadi diri sendiri adalah dengan bertindak spontan. Pada saat spontan, tindakan kita akan bersifat original atau genuine. Orang yang bertindak spontan tidak akan kecewa dengan akibat apapun dari perbuatannya. Karena tindakan dan ucapan yang spontan tidak dilakukan untuk mewujudkan tujuan apapun. Yaitu melakukan sesuatu karena memang benar-benar ingin melakukannya. Bukan karena mengikuti kelaziman, dan bukan pula karena suatu aturan atau tata cara.

Tindakan dan ucapan spontan ada dua jenis. Ada yang spontan tanpa sadar, dan ada yang spontan namun tetap sadar penuh. Perbuatan spontan  yang dilakukan tanpa sadar biasanya bersifat destruktif atau merusak. Perbuatan ini adalah perbuatan yang liar. Spontanitas yang semacam ini tidaklah benar-benar spontan. Sumber perbuatannya berasal dari timbunan atau endapan emosi yang tidak disadari. Perasaan dominan seseorang akan mempengaruhi ucapan dan perbuatannya jika tingkat kesadaran orang tersebut menurun.

Bagi orang-orang yang tekun berlatih meditasi, biasanya sudah bisa tetap sadar pada saat aktifitas pikirannya berkurang. Pada saat tenang, orangnya tidak melamun atau tidak terbawa perasaan. Ketenangan  seperti inilah yang bisa melahirkan spontanitas. Tindakan dan ucapan spontan timbul dari sikap mental yang santai. Bukan muncul dari sikap mental yang tegang. Inilah yang saya maksud spontan namun tetap sadar penuh. Pada sikap mental yang santai, maka otak berada pada kondisi paling kreatif untuk menghasilkan ide dan merumuskan solusi. Sehingga perbuatannya akan bersifat konstruktif.

Bukan itu saja. Tindakan dan ucapan spontan yang bersumber dari kesadaran, akan membuat seseorang menjadi selaras dengan kebetulan-kebetulan yang akan terjadi. Sering kali ucapannya tiba-tiba saja menjadi kenyataan dan tebakannya sering kali tepat. Tetapi ketika melakukannya dengan beralasan atau bertujuan, maka ucapannya tidak manjur dan tidak tepat lagi. Perbuatan spontan sebenarnya adalah cara seseorang untuk terhubung dengan "hidup". Karena hidup selalu dialami dalam bentuk saat ini. Alasan dan tujuan akan membuat seseorang terputus dari saat ini dan tidak selaras dengan alam.

Permainan kartu Tarot terdiri dari beberapa bagian. Ketika sedang mengocok kartu, sebenarnya kita sedang menurunkan frekuensi gelombang otak, menuju sikap mental yang lebih santai, dan meningkatkan kesadaran. Pada saat memilih kartu, maka kita sedang menyadari tangan yang sedang  digerakkan oleh pikiran bawah sadar tanpa alasan logis atau tanpa tata cara yang rasional. Hanya menyadari tangan yang mengambil kartu, tanpa memikirkan kartu mana yang seharusnya diambil. Mengambil kartu secara spontan. Bukan memilih kartu karena suatu alasan tertentu.

Ketika membalik kartu, maka gambar kartu Tarot akan memicu intuisi. Seorang pembaca Tarot akan berbicara secara spontan tanpa memikirkan terlebih dahulu tentang apa yang ia katakan. Secara ajaib pembaca Tarot tau apa saja yang seharusnya diucapkan. Walaupun mungkin kata-kata tersebut tidak sesuai dengan etika atau tidak masuk akal. Pada saat itulah maka kata-kata yang terucap akan tepat dengan permasalahan  yang sedang dihadapi, tepat dengan solusi yang dibutuhkan, dan tepat dengan masa depan yang akan dialami.