20131016

05 TAROT dan PENGEMBANGAN DIRI

Pada tulisan kali ini saya coba untuk membagikan pengalaman yang saya alami selama mendalami profesi sebagai konsultan Tarot Cur-Hat. Dalam menjalani profesi ini saya merasakan adanya suatu peningkatan pada kualitas kehidupan dan pada kepribadian saya. Peningkatan ini tidak bisa dilepaskan dari pengalaman saya bertemu dengan kartu-kartu Tarot yang membimbing saya untuk mengembangkan potensi-potensi yang masih terpendam. Setiap kali saya sudah memahami sebuah seri kartu Tarot, maka saya mencari seri kartu Tarot berikutnya yang menarik bagi saya. Karena di luar sana ternyata ada banyak guru yang mengajar lewat seni lukis kartu Tarot. Dan inilah pengalaman saya.


Berawal dari perjumpaan saya dengan kartu Tarot Rider Waite Smith yang merupakan bonus buku Psikologi Tarot karangan Leonardo Rimba dan Joscev Audiacx. Kartu ini berisi simbol-simbol yang saling sulam-menyulam membentuk sebuah pemahaman. Sebagian simbol telah saya kenal, sebagian lagi saya pelajari saat menjelajah internet dan saat perenungan.

Dalam perenungan saya untuk memahami rangkaian simbol-simbol ini, secara tidak sengaja saya mengambangkan logika berpikir. Sehingga bagi saya Rider Waite Smith Tarot berfungsi sebagai alat untuk melatih logika berpikir. Saya mulai bisa merangkai cerita dari kartu-kartu yang tercabut. Ya benar, saya hanya memakai logika. Semua yang saya ungkapkan ke klien berdasarkan simbol-simbol yang terlihat pada kartu. Jadi tidak asal bicara atau menebak-nebak.

Dalam praktek konsultasi, saya tidak menggunakan kartu Rider Waite Smith Tarot. Karena kartu ini sangat umum dan terkesan kurang personal. Kartu ini saya gunakan untuk mengajar kursus Tarot. Tapi akhir-akhir ini saya menemukan seri kartu Tarot yang sangat mirip simbol-simbolnya namun dilukis mengunakan teknik yang lebih modern. Kartu itu adalah kartu Witches Tarot. Walapun dibuat oleh seorang witch / penyihir tapi di dalamnya tidak ada gambar tentang kegiatan penyihir. Yang ada hanyalah simbol-simbol pagan yang biasa digunakan oleh para penyihir.


 

Setelah merasa bisa menguasai kartu pertama saya, maka saya coba memesan kartu kedua dari internet. Pertimbangan saya saat itu adalah saya butuh kartu yang bagus untuk terjun sebagai Profesional Tarot Reader. Saya juga butuh kartu yang gambarnya bisa diterima oleh masyarakat Indonesia, yaitu tidak mengandung unsur agama tertentu, gambar telanjang, dan adegan kejam. Maka pilihan saya jatuh kepada Sun and Moon Tarot yang mempunyai gambar seperti komik anak-anak dan mengandung simbol yang universal.

Pada saat awal saya coba membaca kartu Sun and Moon Tarot mengunakan logika seperti cara saya membaca kartu Rider Waite Smith Tarot. Saat itu saya mengalami frustasi, karena saya tidak bisa membacanya. Setelah lelah mencoba selama beberapa hari, maka saya putuskan untuk menyerah. Dalam keadaan pasrah itulah saya baru bisa membacanya. Ternyata kartu ini lebih cocok kalau dibaca menggunakan perasaan. Karena gambarnya berisi remaja muda-mudi berusia sekitar 20 tahun yang faceless (tanpa wajah). Jadi saya harus membaca body language-nya (bahasa tubuh).


 

Pada akhirnya saya bisa membaca kartu ini. Dengan bantuan kartu ini saya mencoba merumuskan metode terapi menggunakan kartu yang saya beri nama Tarot Cur-Hat. Dengan menggunakan kartu ini saya menjadi super sensitif. Saya bisa memahami inti masalah dan solusi bagi permasalahan klien. Namun potensi logika dan potensi perasaan yang saya kembangkan belum bisa digunakan untuk membuat prediksi kejadian di masa depan. Kelemahan perasaan sensitif salah satunya adalah tidak tega untuk memasang tarif yang proporsional dan tidak tega untuk bersikap tegas kepada klien. Maka itu saya coba mencari kartu di toko buku impor yang bisa mengatasi kelemahan ini.

Akhirnya ketemu juga kartu yang gambarnya modern dan relevan dengan kehidupan di zaman sekarang. Sehingga gambarnya benar-benar menunjukkan prediksi kejadian yang akan terjadi jika kita tidak mengubah sikap kita. Dengan kartu ini saya bisa lebih tegas dan lebih profesional dalam menentukan tarif konsultasi. Kartu ini adalah kartu Law of Attraction Tarot. Hukum tarik-menarik atau Law of Attraction adalah metode motivasi yang dipopulerkan oleh buku The Secret untuk mencapai kesuksesan karir dan materi.

Dengan menggunakan kartu ini saya berhasil mengembangkan salah satu potensi diri selain logika dan perasaan, yaitu aksi nyata dan hasil nyata. Dalam istilah lain ini disebut juga sebagai sifat materialistis. Tanpa sifat materialistis maka kita tidak punya cukup dorongan untuk mencapai kesuksesan karir dan materi. Bagi pekerja usia muda sifat materialistis sangat dibutuhkan untuk membangun masa depan.






Namun kartu dengan gambar yang sangat jelas seperti Law of Attraction Tarot membuat daya imajinasi saya kurang berkembang. Saya hanya bisa mengutarakan apa yang terlukis di kartu itu dan kesulitan untuk mengembangkan pembicaraan dengan klien. Maka sesi konsultasi menjadi kaku dan kurang nyaman. Karena itu saya coba untuk mencari kartu Tarot yang bisa mengatasi kelemahan ini.






Akhirnya saya menemukan kartu Margarete Petersen Tarot. Kartu ini dilukis dengan kombinasi garis, titik, warna, dan simbol yang sekilas terlihat abstrak bagi saya. Warnanya yang cerah dan gambarnya yang samar membuat imajinasi saya berkembang. Kartu ini membuat intuisi saya menjadi semakin terasah. Maka saya telah berhasil melatih empat potensi dalam diri saya, yaitu: logika, perasaan, aksi nyata, dan intuisi.

Jika ke-empat potensi diri ini dianalogikan dengan unsur, maka logika adalah unsur tergesa-gesa atau angin. Perasaan adalah unsur bergejolak atau air. Aksi nyata adalah unsur membumi atau tanah. Dan intuisi adalah unsur cahaya atau api. Sekilas saya merasa sangat bangga dengan pencapaian ini. Karena dengan mengembangkan ke-empat potensi diri maka kita akan mencapai kondisi seimbang. Seseorang yang sudah mencapai kondisi seimbang maka tidak akan terpengaruh oleh ego atau nafsunya.

Untuk lebih mudah memahami mari kita lihat beberapa contoh. Misalkan orang yang mempunyai unsur tanah yang besar, maka setiap berjualan akan memasang harga yang mahal. Sehingga tokonya akan ditinggalkan oleh para pelanggan. Tapi tidak demikian jika unsur air dalam dirinya sudah dikembangkan. Karena perasaan sensitif akan membuat orang itu menaikkan harga barang sambil merasakan empati. Yaitu ia akan menanyakan pada dirinya, "apakah kenaikan harga barang ini bisa diterima para pelanggan?"

Contoh lainnya, misalkan seorang bos selalu ingin segala sesuatunya diselesaikan dengan cepat tanpa mau mendengarkan alasan anak buahnya. Maka bos seperti ini akan kehilangan rasa hormat dari bawahannya. Ini terjadi karena unsur angin orang itu cukup besar. Jika saja unsur apinya telah dikembangkan, maka kejadiannya tidak demikian. Unsur api adalah unsur yang membuat seseorang bersinar dalam gelap, yaitu menjaga popularitas dan wibawanya.

Pada keadaan seimbang seperti ini, sikap hidup saya berubah. Dalam membuat keputusan saya mempertimbangkan perhitungan logika, perasaan, aksi nyata (realistis), dan intuisi (kreatifitas). Maka ego (subyektifitas) saya tidak bisa muncul karena ke-empat unsur itu membuat saya menjadi obyektif. Saya tidak melakukan apa yang ingin saya lakukan, tapi saya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan.

Kelebihan kondisi seperti ini adalah lingkungan kita akan senang pada kita. Sedangkan kelemahan kondisi ini adalah kita merasa biasa saja dan tidak bergairah menjalani hidup. Maka saya sadar akan adanya unsur ke-lima (fifth elemen) yang belum saya temukan. Sulit sekali untuk menemukan elemen ke-lima ini. Lagi-lagi saya mencoba mencari kartu Tarot yang bisa mengajarkan saya tentang elemen ke-lima.






Secara tidak sengaja pikiran bawah sadar saya menginginkan kartu The Spirit of Flowers Tarot. Setelah saya dapatkan kartu ini, saya coba merenungi arti kehadiran kartu ini dalam hidup saya. Secara umum gambar kartu ini terdiri dari dua hal, yaitu anak kecil dan bunga. Sungguh gambar yang menyenangkan, menenangkan, dan menyembuhkan. Setelah hening untuk beberapa hari, saya mulai bisa menyadari adanya elemen ke-lima dalam kartu ini. Simbol bunga adalah lambang keindahan hidup ini. Sedangkan simbol anak kecil adalah lambang cara menikmati keindahan hidup ini. Saya akan coba menguraikan sesuatu yang sebenarnya terlalu besar untuk bisa dibingkai dalam kata-kata.

Bunga telah mengajarkan kepada saya bahwa segala sesuatu itu ciptaan Tuhan dan atas kehendak Tuhan Yang Maha Indah. Maka itu segala sesuatu yang hadir dalam hidup kita tidak ada yang salah. Setiap pengalaman adalah petunjuk yang harus kita maknai dan tindak-lanjuti. Bahwa pengalaman pahit dan manis itu adalah pelajaran yang mengajarkan kepada kita tentang Tuhan. Yaitu: " Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya".

Anak kecil mengajarkan kepada saya bahwa kita hidup pada saat ini. Kenapa harus meratapi kesedihan masa lalu dan merisaukan kebahagiaan masa depan? Anak kecil adalah contoh yang sempurna sebagai manusia 100%. Saat main, maka ia akan menikmatinya dengan 100% tanpa mengingat masa lalu dan merencanakan masa depan. Saat menangis, maka ia akan menangis dengan 100% sampai keinginannya tercapai. Itulah keindahan, menikmati apapun yang kita punya saat ini, dan memerankan skenario apapun yang sedang kita pentaskan.

Setelah mengembangkan unsur logika, perasaan, aksi nyata, dan intuisi, maka elemen ke-lima adalah KESADARAN. Kesadaran bahwa hidup ini sejak awal adalah keindahan pelajaran bagi orang-orang yang tidak putus asa untuk memaknai dan menindak-lanjuti. Hanya orang-orang yang mau belajar dari pengalaman yang akhirnya menemukan syurga dunia. Yaitu suatu keadaan bahagia, laksana anak kecil yang bermain di antara indahnya bunga-bunga di taman.

Itulah sekilas cara pandang saya dalam memaknai kehadiran kartu demi kartu ke dalam kehidupan saya. Semoga saya sanggup untuk menindak-lanjuti pemahaman yang telah saya dapatkan. Pelajaran hidup tidak selalu datang lewat kartu Tarot. Tapi pelajaran hidup selalu datang dari sesuatu yang anda minati dan kuasai. Dengarkan kata hati anda, temukan minat dan bakat anda, di situlah letak sukses anda. Anda cukup menemukan dan mengikuti jejak-jejak yang telah di contohkan oleh para utusan Tuhan. Bukan jejak-jejak mereka dalam kehidupannya, tapi jejak-jejak mereka dalam kehidupan anda.