20131016

02 TAROT dan INTUISI

Salah satu fungsi dari kartu Tarot adalah sebagai metoda untuk berlatih ketajaman intuisi. Setiap kartu Tarot mempunyai berbagai simbol yang bisa dipersepsikan oleh seorang pewacana (reader). Simbol tersebut bisa berupa warna, garis, gambar, lambang, maupun kisah yang bersesuaian dengan gambar. Intuisi sering kali hadir dalam pemahaman kita dipicu / di-trigger / dipancing oleh persepsi kita. Namun bagi pewacana yang terlatih, ada kalanya intuisi yang hadir tidak ada hubungannya secara langsung dengan persepsi yang kita definisikan sebelumnya terhadap sebuah kartu.

Jadi apa sebenarnya intuisi itu? Bagaimana cara kerjanya? Berapa tingkat akurasinya? Apakah intuisi itu bisa menggantikan fungsi logika matematis dalam mengambil keputusan? Apakah semua orang mampu melatih intuisi? Bagaimana penjelasan akademisnya? Apakah tidak berbahaya jika intuisi disalah-gunakan untuk bermain judi? Bisa tidak intuisi dugunakan untuk mengetahui pencuri, barang hilang, pembunuh, atau pemerkosa dalam proses hukum? Apa masa depan itu bisa diketahui melalui intuisi?

Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di masyarakat tentang intuisi. Pertanyaan-pertanyaan itu adalah dampak sistem pendidikan kita yang terlalu melatih logika tanpa melakukan olah kebathinan. Definisi kebenaran logika berbeda dengan definisi kebenaran intuisi. Dalam sistem pendidikan logika, kebenaran adalah sesuatu yang bisa masuk akal dan dibuktikan dengan percobaan. Maka seringkali kebenaran yang biasa kita pahami, harus bisa didefinisikan dengan kata-kata tertentu atau rumus matematis. Jika sistem pendidikan logika ini tidak di-imbangi dengan olah kebathinan berupa ritual, meditasi, berpantang, atau latihan pengendalian diri yang lainnya, maka kita akan salah mengartikan dunia ini. Kita akan melihat dunia ini sesuai yang kita pahami, bukan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Keadaan yang sebenarnya adalah tidak ada sesuatu pun yang bisa kita definisikan. Dunia ini berisi hal-hal yang tak berhingga. Tidak ada satu pun kata dan rumus matematis yang selalu benar disetiap keadaan. Setiap aksi menghasilkan reaksi. Karena tidak ada aksi yang persis sama, maka tidak ada reaksi yang persis sama juga. Dua aksi yang sama tempatnya, pasti beda waktunya. Dua aksi yang sama waktunya, pasti beda tempatnya. Tidak ada dua aksi dengan waktu dan tempat yang sama.

Kalau dibuat analogi sangat sederhana, mungkin seperti ini contohnya. Kita bekerja di perusahaan. Secara logika, maka di akhir bulan kita dapat gaji / upah. Tapi di alam nyata tidak sesederhana itu. Ada yang gajinya terlambat, ada yang baru terima sebagian dulu, ada yang tidak dibayar karena perusahaannya bangkrut, ada yang menerima gaji lebih cepat, ada yang gajinya habis karena dipotong biaya pengobatan, ada yang gajinya dipotong karena sering terlambat, ada yang gajinya dipotong karena uang setoran yang hilang, ada juga yang gajinya ganda karena dijumlahkan dengan gaji bulan lalu yang belum diterima.

Saya beri contoh lain. Secara logika satu ditambah satu sama dengan dua. Coba kita terapkan di kehidupan nyata. Satu orang ditambah satu orang belum tentu dua orang. Kalo dua orang ini saling membenci, maka mungkin akan ada kejadian saling membunuh. Sehingga hasilnya dua orang meninggal, atau dalam bahasa lain tidak ada orang hidup yang tersisa. Kalo dua orang ini saling mencintai, maka mungkin akan ada pernikahan. Sehingga hasilnya adalah sebuah keluarga dengan dua orang anak, atau dalam bahasa lain jumlahnya jadi empat orang.

Dunia nyata ini hanya bisa disaksikan, disensor, dirasakan, di-alami, atau apapun istilahnya dalam keyakinan anda. Alam ini bisa didefinisikan tapi tidak ada definisi yang sempurna. Alam ini bisa diprediksi tapi tidak ada prediksi yang pasti. Alam ini bisa dirumuskan dengan kata-kata dan rumus matematis tapi tidak pernah ada kata-kata dan rumus matematis yang lengkap. Satu-satunya kepastian adalah ketidak-pastian. Dalam bahasa lain hal ini disebut RELATIFITAS.

Berdasarkan penjelasan saya di atas, maka hal terbaik untuk menjelaskan intuisi adalah anda harus mengalaminya sendiri, anda harus merasakannya. Hidup ini adalah perjalanan. Dalam perjalanan ada pengalaman. Dan mustahil untuk menjelaskan hal yang anda alami walaupun lewat kamera video. Pengalaman makan sate padang misalnya, anda tidak dapat menceritakan rasanya dengan tepat. Karena dalam rasa ada banyak unsur seperti rasa di lidah, rasa saat menelan, suhu makanan, warnanya, dan aroma yang tercium, serta rasa lainnya seperti rasa kesal karena lama mengantri.

Untuk itu dalam artikel ini saya hanya menjelaskan fenomena yang saya alami. Saya berharap anda bersedia mencoba permainan kartu Tarot ini. Karena pasti fenomena yang anda rasakan akan berbeda dengan fenomena yang saya rasakan. Setiap hal dan kejadian di dunia ini unik, mereka hadir dengan fungsi yang spesifik di waktu dan tempat yang spesifik juga. Maka itu pengalaman bermain kartu Tarot dalam hidup saya mempunyai fungsi yang khusus buat saya. Salah satu hikmah terbesarnya adalah saya mulai percaya akan adanya kata hati.

Kita mulai dengan istilah-istilah lain untuk intuisi. Dalam masyarakat umum ada banyak budaya, sehingga banyak istilah yang mempunyai ke-miripan dengan intuisi. Bagi yang menggunakan tradisi mata bathin atau mata ke-tiga, biasanya intuisi di-identikan dengan penglihatan bathin atau vission yang terlihat. Bagi tradisi lain ada juga yang menyebutnya bisikan ghaib. Pada tradisi lain disebut sebagai ilmu "tau sebelum dikasih tau" atau "bisa tanpa berguru". Ada juga tradisi yang menyebutnya dengan firasat, dan dalam hal-hal tertentu kadang disebut juga hidayah. Intinya proses mengetahui tanpa melalui panca indera, walaupun seringkali pemicunya adalah rangsangan pada panca indera. Saya lebih nyaman menyebutnya dengan istilah kata hati, dan saya mempelajarinya dengan cara berlatih mengambil hikmah. Yaitu mengambil hikmah dari ayat-ayat kitab suci, dan mengambil hikmah dari pengalaman dalam hidup saya. Kalo bahasa zaman sekarang mirip dengan istilah "The Power of Positive Thinking".

Menurut pengalaman saya, intuisi adakalanya tajam dan adakalanya tumpul. Intuisi menjadi sangat tajam saat kita merasa bersemangat. Ini mirip dengan istilah "The Power of Positive Feeling". Hal-hal yang membuat kita bersemangat ada yang positif dan ada yang negatif. Hal yang positif adalah saat kita bisa men-syukuri keajaiban-keajaiban yang terjadi dalam hidup kita. Hal yang negatif contohnya adalah saat kita bersemangat dalam pertarungan untuk membalas dendam. Intuisi dalam pertarungan semacam ini digunakan untuk menebak arah serangan lawan. Tapi saya tidak membahas lebih lanjut tentang intuisi dalam keadaan dendam ini.

Contoh intuisi dalam kehidupan sehari-hari bisa kita amati pada pengemudi bus antar kota. Dalam keadaan bersemangat pengemudi berani menyusul kendaraan di depannya walaupun di tikungan tajam. Secara logika ini bukan berani melainkan konyol / bodoh. Karena di tikungan tajam kita tidak bisa melihat kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Tapi kenyataannya pengemudi bus antar kota sering melakukan itu, dan dalam beberapa kasus menyebabkan kecelakaan fatal. Dan ini membuktikan intuisi tidak selalu akurat. Dalam hal ini pengemudi bus berani mempertaruhkan nyawa penumpang pada ketajaman intuisinya. Intuisi seperti ini termasuk intuisi negatif karena semangat timbul dari keinginan ingin cepat sampai tujuan tanpa mempedulikan keselamatan penumpang.

Dalam permainan kartu Tarot, saya anjurkan menggunakan semangat yang ditimbulkan oleh hal-hal yang positif. Pewacana Tarot menggunakan jenis kartu yang berbeda-beda untuk menimbulkan perasaan bersemangat ini. Ada pewacana yang bersemangat dengan seri kartu bergambar bunga, bergambar kucing, bergambar abstrak, bergambar lambang-lambang, bergambar pemandangan alam, dan gambar lainnya. Tapi ada juga yang bersemangat menggunakan kartu unik yang khas, pendapat saya ini timbul karena sifat anti sosial atau ingin pengakuan, atau sangat mungkin ada alasan pribadi yang saya tidak tau. Contohnya seri kartu bergambar vampir, zombie, tengkorak, gothic, heavy metal, satanic, dan lain-lain. Intinya pilihlah seri kartu Tarot dengan gambar yang membuat anda bersemangat. Karena intuisi menjadi sangat tajam saat anda bersemangat.

Saat anda baru membeli sebuah seri kartu Tarot, anda perlu untuk menimbulkan persepsi anda pada setiap kartu yang ada pada seri itu. Ini bukan menetapkan sebuah makna dan memaksakannya untuk masuk ke sebuah kartu. Tapi ini adalah proses hening, tenang, dan fokus untuk merasakan persepsi yang timbul dari gambar atau lambang yang ada pada setiap kartu. Biasanya persepsi yang timbul belum terasa pas /cocok dengan gambar dan lambangnya. Seiring dengan berlatih menggunakannya dalam beberapa kali pewacaan, maka anda akan menemukan persepsi yang lebih terasa pas. Tidak jarang saya harus memahami kehidupan pencipta dan pelukis seri itu terlebih dahulu untuk memahami gambar dan lambang yang digunakannya. Setelah itu saya cari pengalaman hidup saya yang bersesuaian.

Tulisan di atas adalah cara saya mengingat makna kartu, yaitu dengan mengingat pengalaman hidup saya yang bersesuaian dengan persepsi yang ditimbulkan dari setiap kartu. Setiap kartu mempunyai detil gambar yang cukup banyak. Setiap detil bisa menimbulkan persepsi tertentu pada pemahaman kita. Maka kita dituntut untuk peka terhadap setiap detil gambar yang ada. Mungkin ada kupu-kupu di kanan atas, mungkin ada kelinci di kanan bawah, mungkin ada lambang tak hingga di atas kepala, mungkin ada bentuk tongkat yang unik, mungkin ada motif pola baju yang khas, perhatikan setiap detilnya. Tidak ada gambar atau lambang yang tidak sengaja dilukis, semua mempunyai maksud tertentu. Dan jika dirangkai dengan detil lainnya di sebuah kartu akan menjadi sebuah narasi / cerita.

Perlu kita pahami bahwa 78 kartu dalam sebuah seri Tarot dibuat dari kehidupan satu orang mausia. Maka itu tidak penting kartu mana yang terambil, semua kartu mempunyai kesesuaian dengan kehidupan kita. Seorang Pewacana Tarot harus yakin bahwa kartu yang terambil tidak pernah salah. Keyakinan ini akan memudahkan pewacana dalam proses memahami intuisi yang dirasakannya. Bagi pemula intuisi ini akan dipicu / ditrigger / dipancing oleh persepsi yang timbul dari detil gambar atau lambang di sebuah kartu. Kita tidak perlu membaca setiap detil pada sebuah kartu, cukup membaca yang ingin dibaca saja. Nasehat saya ikuti kata hati.

Proses reading dimulai dengan membimbing klien untuk membentuk pertanyaan yang sesuai dengan apa yang ingin diketahui. Seni membentuk pertanyaan inilah yang paling sulit menurut saya. Karena klien yang sedang resah akan kesulitan mendefinisikan inti permasalahan dan jawaban yang di-inginkan. Maka sering kali pertanyaannya adalah apa yang akan terjadi? Kalau pertanyaannya seperti ini jawabannya pasti yang akan terjadi adalah peristiwa yang membingugkan. Karena menurut Hukum Tarik-Menarik "kemiripan menarik kemiripan", maka kebingungan akan menarik kebingungan.

Yang biasanya saya lakukan adalah terapi cur-hat untuk mengetahui apa yang sebenarnya di-inginkan klien. Setelah itu kartu Tarot saya fungsikan untuk memberi nasehat tentang hal-hal yang harus dipertimbangkan. Sehingga klien bisa lebih mudah mengambil keputusan. Di sinilah fungsi Tarot sebagai pembimbing agar seseorang menjadi lebih dewasa dalam mengambil keputusan. Yaitu memutuskan yang seharusnya diputuskan, walaupun tidak selalu sesuai dengan keinginan pribadi.

Kerangka berpikir di atas perlu saya bagikan dengan pembaca untuk memahami arah pembahasan saya. Tarot bagi saya adalah alat bantu analisa untuk memberikan bahan-bahan pertimbangan. Keputusannya tetap ada di tangan klien. Dengan kerangka berpikir seperti ini beban mental pewacana akan berkurang. Bayangkan kalo anda memaksakan diri untuk menjadi Maha Tau tentang keputusan yang harus diambil, dan masa depan yang akan terjadi. Beban mental ini akan menghalangi anda untuk memahami intuisi yang anda rasakan. Kecuali jika anda bukan seorang pemula, anda bebas melakukan apa saja dengan penuh tangung jawab. Sebagai penutup artikel ini, saya menyarankan yakinlah dengan kemampuan anda. Cobalah permainan ini. Maka anda akan terkejut dengan keajaiban intuisi yang anda miliki.