Salah
satu fungsi dari kartu Tarot adalah sebagai metoda untuk berlatih
ketajaman intuisi. Setiap kartu Tarot mempunyai berbagai simbol yang
bisa dipersepsikan oleh seorang pewacana (reader). Simbol tersebut
bisa berupa warna, garis, gambar, lambang, maupun kisah yang
bersesuaian dengan gambar. Intuisi sering kali hadir dalam pemahaman
kita dipicu / di-trigger / dipancing oleh persepsi kita. Namun bagi
pewacana yang terlatih, ada kalanya intuisi yang hadir tidak ada
hubungannya secara langsung dengan persepsi yang kita definisikan
sebelumnya terhadap sebuah kartu.
Jadi
apa sebenarnya intuisi itu? Bagaimana cara kerjanya? Berapa tingkat
akurasinya? Apakah intuisi itu bisa menggantikan fungsi logika
matematis dalam mengambil keputusan? Apakah semua orang mampu melatih
intuisi? Bagaimana penjelasan akademisnya? Apakah tidak berbahaya
jika intuisi disalah-gunakan untuk bermain judi? Bisa tidak intuisi
dugunakan untuk mengetahui pencuri, barang hilang, pembunuh, atau
pemerkosa dalam proses hukum? Apa masa depan itu bisa diketahui
melalui intuisi?
Itu
adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di masyarakat tentang
intuisi. Pertanyaan-pertanyaan itu adalah dampak sistem pendidikan
kita yang terlalu melatih logika tanpa melakukan olah kebathinan.
Definisi kebenaran logika berbeda dengan definisi kebenaran intuisi.
Dalam sistem pendidikan logika, kebenaran adalah sesuatu yang bisa
masuk akal dan dibuktikan dengan percobaan. Maka seringkali kebenaran
yang biasa kita pahami, harus bisa didefinisikan dengan kata-kata
tertentu atau rumus matematis. Jika sistem pendidikan logika ini
tidak di-imbangi dengan olah kebathinan berupa ritual, meditasi,
berpantang, atau latihan pengendalian diri yang lainnya, maka kita
akan salah mengartikan dunia ini. Kita akan melihat dunia ini sesuai
yang kita pahami, bukan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Keadaan
yang sebenarnya adalah tidak ada sesuatu pun yang bisa kita
definisikan. Dunia ini berisi hal-hal yang tak berhingga. Tidak ada
satu pun kata dan rumus matematis yang selalu benar disetiap keadaan.
Setiap aksi menghasilkan reaksi. Karena tidak ada aksi yang persis
sama, maka tidak ada reaksi yang persis sama juga. Dua aksi yang sama
tempatnya, pasti beda waktunya. Dua aksi yang sama waktunya, pasti
beda tempatnya. Tidak ada dua aksi dengan waktu dan tempat yang sama.
Kalau
dibuat analogi sangat sederhana, mungkin seperti ini contohnya. Kita
bekerja di perusahaan. Secara logika, maka di akhir bulan kita dapat
gaji / upah. Tapi di alam nyata tidak sesederhana itu. Ada yang
gajinya terlambat, ada yang baru terima sebagian dulu, ada yang tidak
dibayar karena perusahaannya bangkrut, ada yang menerima gaji lebih
cepat, ada yang gajinya habis karena dipotong biaya pengobatan, ada
yang gajinya dipotong karena sering terlambat, ada yang gajinya
dipotong karena uang setoran yang hilang, ada juga yang gajinya ganda
karena dijumlahkan dengan gaji bulan lalu yang belum diterima.
Saya
beri contoh lain. Secara logika satu ditambah satu sama dengan dua.
Coba kita terapkan di kehidupan nyata. Satu orang ditambah satu orang
belum tentu dua orang. Kalo dua orang ini saling membenci, maka
mungkin akan ada kejadian saling membunuh. Sehingga hasilnya dua
orang meninggal, atau dalam bahasa lain tidak ada orang hidup yang
tersisa. Kalo dua orang ini saling mencintai, maka mungkin akan ada
pernikahan. Sehingga hasilnya adalah sebuah keluarga dengan dua orang
anak, atau dalam bahasa lain jumlahnya jadi empat orang.
Dunia
nyata ini hanya bisa disaksikan, disensor, dirasakan, di-alami, atau
apapun istilahnya dalam keyakinan anda. Alam ini bisa didefinisikan
tapi tidak ada definisi yang sempurna. Alam ini bisa diprediksi tapi
tidak ada prediksi yang pasti. Alam ini bisa dirumuskan dengan
kata-kata dan rumus matematis tapi tidak pernah ada kata-kata dan
rumus matematis yang lengkap. Satu-satunya kepastian adalah
ketidak-pastian. Dalam bahasa lain hal ini disebut RELATIFITAS.
Berdasarkan
penjelasan saya di atas, maka hal terbaik untuk menjelaskan intuisi
adalah anda harus mengalaminya sendiri, anda harus merasakannya.
Hidup ini adalah perjalanan. Dalam perjalanan ada pengalaman. Dan
mustahil untuk menjelaskan hal yang anda alami walaupun lewat kamera
video. Pengalaman makan sate padang misalnya, anda tidak dapat
menceritakan rasanya dengan tepat. Karena dalam rasa ada banyak unsur
seperti rasa di lidah, rasa saat menelan, suhu makanan, warnanya, dan
aroma yang tercium, serta rasa lainnya seperti rasa kesal karena lama
mengantri.
Untuk
itu dalam artikel ini saya hanya menjelaskan fenomena yang saya
alami. Saya berharap anda bersedia mencoba permainan kartu Tarot ini.
Karena pasti fenomena yang anda rasakan akan berbeda dengan fenomena
yang saya rasakan. Setiap hal dan kejadian di dunia ini unik, mereka
hadir dengan fungsi yang spesifik di waktu dan tempat yang spesifik
juga. Maka itu pengalaman bermain kartu Tarot dalam hidup saya
mempunyai fungsi yang khusus buat saya. Salah satu hikmah terbesarnya
adalah saya mulai percaya akan adanya kata hati.
Kita
mulai dengan istilah-istilah lain untuk intuisi. Dalam masyarakat
umum ada banyak budaya, sehingga banyak istilah yang mempunyai
ke-miripan dengan intuisi. Bagi yang menggunakan tradisi mata bathin
atau mata ke-tiga, biasanya intuisi di-identikan dengan penglihatan
bathin
atau vission
yang terlihat. Bagi tradisi lain ada juga yang menyebutnya bisikan
ghaib.
Pada tradisi lain disebut sebagai ilmu "tau
sebelum dikasih tau"
atau "bisa
tanpa berguru".
Ada juga tradisi yang menyebutnya dengan firasat,
dan dalam hal-hal tertentu kadang disebut juga hidayah.
Intinya proses mengetahui tanpa melalui panca indera, walaupun
seringkali pemicunya adalah rangsangan pada panca indera. Saya lebih
nyaman menyebutnya dengan istilah kata
hati, dan
saya mempelajarinya dengan cara berlatih mengambil hikmah. Yaitu
mengambil hikmah dari ayat-ayat kitab suci, dan mengambil hikmah dari
pengalaman dalam hidup saya. Kalo bahasa zaman sekarang mirip dengan
istilah "The Power of Positive Thinking".
Menurut
pengalaman saya, intuisi adakalanya tajam dan adakalanya tumpul.
Intuisi menjadi sangat tajam saat kita merasa bersemangat. Ini mirip
dengan istilah "The Power of Positive Feeling". Hal-hal
yang membuat kita bersemangat ada yang positif dan ada yang negatif.
Hal yang positif adalah saat kita bisa men-syukuri
keajaiban-keajaiban yang terjadi dalam hidup kita. Hal yang negatif
contohnya adalah saat kita bersemangat dalam pertarungan untuk
membalas dendam. Intuisi dalam pertarungan semacam ini digunakan
untuk menebak arah serangan lawan. Tapi saya tidak membahas lebih
lanjut tentang intuisi dalam keadaan dendam ini.
Contoh
intuisi dalam kehidupan sehari-hari bisa kita amati pada pengemudi
bus antar kota. Dalam keadaan bersemangat pengemudi berani menyusul
kendaraan di depannya walaupun di tikungan tajam. Secara logika ini
bukan berani melainkan konyol / bodoh. Karena di tikungan tajam kita
tidak bisa melihat kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Tapi
kenyataannya pengemudi bus antar kota sering melakukan itu, dan dalam
beberapa kasus menyebabkan kecelakaan fatal. Dan ini membuktikan
intuisi tidak selalu akurat. Dalam hal ini pengemudi bus berani
mempertaruhkan nyawa penumpang pada ketajaman intuisinya. Intuisi
seperti ini termasuk intuisi negatif karena semangat timbul dari
keinginan ingin cepat sampai tujuan tanpa mempedulikan keselamatan
penumpang.
Dalam
permainan kartu Tarot, saya anjurkan menggunakan semangat yang
ditimbulkan oleh hal-hal yang positif. Pewacana Tarot menggunakan
jenis kartu yang berbeda-beda untuk menimbulkan perasaan bersemangat
ini. Ada pewacana yang bersemangat dengan seri kartu bergambar bunga,
bergambar kucing, bergambar abstrak, bergambar lambang-lambang,
bergambar pemandangan alam, dan gambar lainnya. Tapi ada juga yang
bersemangat menggunakan kartu unik yang khas, pendapat saya ini
timbul karena sifat anti sosial atau ingin pengakuan, atau sangat
mungkin ada alasan pribadi yang saya tidak tau. Contohnya seri kartu
bergambar vampir, zombie, tengkorak, gothic, heavy metal, satanic,
dan lain-lain. Intinya pilihlah seri kartu Tarot dengan gambar yang
membuat anda bersemangat. Karena intuisi menjadi sangat tajam saat
anda bersemangat.
Saat
anda baru membeli sebuah seri kartu Tarot, anda perlu untuk
menimbulkan persepsi anda pada setiap kartu yang ada pada seri itu.
Ini bukan menetapkan sebuah makna dan memaksakannya untuk masuk ke
sebuah kartu. Tapi ini adalah proses hening, tenang, dan fokus untuk
merasakan persepsi yang timbul dari gambar atau lambang yang ada pada
setiap kartu. Biasanya persepsi yang timbul belum terasa pas /cocok
dengan gambar dan lambangnya. Seiring dengan berlatih menggunakannya
dalam beberapa kali pewacaan, maka anda akan menemukan persepsi yang
lebih terasa pas. Tidak jarang saya harus memahami kehidupan pencipta
dan pelukis seri itu terlebih dahulu untuk memahami gambar dan
lambang yang digunakannya. Setelah itu saya cari pengalaman hidup
saya yang bersesuaian.
Tulisan
di atas adalah cara saya mengingat makna kartu, yaitu dengan
mengingat pengalaman hidup saya yang bersesuaian dengan persepsi yang
ditimbulkan dari setiap kartu. Setiap kartu mempunyai detil gambar
yang cukup banyak. Setiap detil bisa menimbulkan persepsi tertentu
pada pemahaman kita. Maka kita dituntut untuk peka terhadap setiap
detil gambar yang ada. Mungkin ada kupu-kupu di kanan atas, mungkin
ada kelinci di kanan bawah, mungkin ada lambang tak hingga di atas
kepala, mungkin ada bentuk tongkat yang unik, mungkin ada motif pola
baju yang khas, perhatikan setiap detilnya. Tidak ada gambar atau
lambang yang tidak sengaja dilukis, semua mempunyai maksud tertentu.
Dan jika dirangkai dengan detil lainnya di sebuah kartu akan menjadi
sebuah narasi / cerita.
Perlu
kita pahami bahwa 78 kartu dalam sebuah seri Tarot dibuat dari
kehidupan satu orang mausia. Maka itu tidak penting kartu mana yang
terambil, semua kartu mempunyai kesesuaian dengan kehidupan kita.
Seorang Pewacana Tarot harus yakin bahwa kartu yang terambil tidak
pernah salah. Keyakinan ini akan memudahkan pewacana dalam proses
memahami intuisi yang dirasakannya. Bagi pemula intuisi ini akan
dipicu / ditrigger / dipancing oleh persepsi yang timbul dari detil
gambar atau lambang di sebuah kartu. Kita tidak perlu membaca setiap
detil pada sebuah kartu, cukup membaca yang ingin dibaca saja.
Nasehat saya ikuti kata hati.
Proses
reading dimulai dengan membimbing klien untuk membentuk pertanyaan
yang sesuai dengan apa yang ingin diketahui. Seni membentuk
pertanyaan inilah yang paling sulit menurut saya. Karena klien yang
sedang resah akan kesulitan mendefinisikan inti permasalahan dan
jawaban yang di-inginkan. Maka sering kali pertanyaannya adalah apa
yang akan terjadi? Kalau pertanyaannya seperti ini jawabannya pasti
yang akan terjadi adalah peristiwa yang membingugkan. Karena menurut
Hukum Tarik-Menarik "kemiripan menarik kemiripan", maka
kebingungan akan menarik kebingungan.
Yang
biasanya saya lakukan adalah terapi cur-hat untuk mengetahui apa yang
sebenarnya di-inginkan klien. Setelah itu kartu Tarot saya fungsikan
untuk memberi nasehat tentang hal-hal yang harus dipertimbangkan.
Sehingga klien bisa lebih mudah mengambil keputusan. Di sinilah
fungsi Tarot sebagai pembimbing agar seseorang menjadi lebih dewasa
dalam mengambil keputusan. Yaitu memutuskan yang seharusnya
diputuskan, walaupun tidak selalu sesuai dengan keinginan pribadi.
Kerangka
berpikir di atas perlu saya bagikan dengan pembaca untuk memahami
arah pembahasan saya. Tarot bagi saya adalah alat bantu analisa untuk
memberikan bahan-bahan pertimbangan. Keputusannya tetap ada di tangan
klien. Dengan kerangka berpikir seperti ini beban mental pewacana
akan berkurang. Bayangkan kalo anda memaksakan diri untuk menjadi
Maha Tau tentang keputusan yang harus diambil, dan masa depan yang
akan terjadi. Beban mental ini akan menghalangi anda untuk memahami
intuisi yang anda rasakan. Kecuali jika anda bukan seorang pemula,
anda bebas melakukan apa saja dengan penuh tangung jawab. Sebagai
penutup artikel ini, saya menyarankan yakinlah dengan kemampuan anda.
Cobalah permainan ini. Maka anda akan terkejut dengan keajaiban
intuisi yang anda miliki.