Sebelum
saya menerangkan hubungan Tarot dan Spiritual, ada baiknya jika saya
membahas sedikit tentang dua artikel saya sebelumnya. Pada artikel
Tarot dan Aura, saya menjelaskan bagaimana cara kerja Tarot dalam
memprediksi masa depan. Yaitu dengan cara memprogram energi aura
kartu sesuai dengan gambar pada kartu, menggunakan perasaan kita yang
timbul sewaktu menghayati gambar.
Dan
saya juga telah menjelaskan bahwa kartu yang terambil adalah kartu
yang mempunyai frequensi aura yang sama dengan aura kita, saat kita
memikirkan hal yang kita tanyakan. Dengan menggunakan hukum
tarik-menarik maka dapat disimpulkan bahwa masa depan itu adalah
respon alam yang ditarik oleh kita sesuai dengan frequensi aura kita.
Dan kita bisa memeriksa medan daya tarik kita dengan memilih kartu
Tarot saat memikirkan hal yang kita tanyakan.
Pada
artikel Tarot dan Kehidupan, saya telah menerangkan arti
gambar-gambar pada kartu Tarot. Yaitu bagaimana kita mengenal
ke-empat karakter dasar manusia. Sehingga kita bisa mengatasi
kelemahan sebuah karakter, dengan cara mengembangkan karaker yang
berlawanan dengannya. Dan saya juga telah menerangkan sedikit tentang
fungsi kartu-kartu arkana mayor sebagai peta perkembangan jiwa.
Sehingga kita bisa menjadi pribadi yang harmonis dengan karakter alam
semesta.
Artikel
Tarot dan Aura adalah alat bantu bagi anda untuk memeriksa apakah
masa depan anda sudah sesuai dengan yang anda inginkan. Jika belum
sesuai, anda dapat menganalisa penyebab masalahnya menggunakan hukum
tarik-menarik. Jika menurut prediksi kartu tarot anda akan gagal,
maka anda bisa menganalisa sifat anda yang menarik kegagalan itu.
Sehingga anda bisa memperbaiki sifat anda saat ini untuk memperbaiki
masa depan yang akan terjadi.
Sedangkan
artikel Tarot dan Kehidupan berfungsi sebagai alat bantu bagi anda
untuk mengetahui karakter mana yang menyebabkan kegagalan. Sehingga
anda bisa mengembangkan karakter yang berlawanan dengannya. Dengan
terus-menerus menyeimbangkan karakter, maka anda akan dapat
menyelesaikan perkembangan jiwa anda sesuai peta pada kartu-kartu
arkana mayor.
Setelah
anda menyelesaikan peta perkembangan jiwa dan menjadi harmonis dengan
karakter alam semesta, barulah anda bisa memanfaatkan artikel Tarot
dan Spiritual. Karena jika artikel ini dipraktekkan oleh orang yang
jiwanya belum berkembang, saya khawatir akan menghasilkan ilusi yang
berbahaya. Bayangkan jika anda merasa bisa berkomunikasi dengan
spirit alam semesta, padahal bisa jadi itu hanya ilusi pikiran anda
saja.
Tentang
Spiritual
Ilmu
spiritual adalah ilmu yang mempelajari tentang spirit (ruh). Ilmu ini
telah dipahami oleh orang-orang bijak sejak zaman dahulu. Orang yang
menguasai ilmu ini akan mengerti hukum alam dan cara memanfaatkannya.
Sebagian orang menyebutnya dengan kebenaran. Dan pemahaman tentang
kebenaran ini akan membuat kita mengerti bagaimana cara hidup yang
baik untuk diri kita dan lingkungan.
Alam
semesta yang tampak ini adalah wujud paling luar dari satu spirit
yang Maha Agung. Selain wujud yang tampak, masih banyak wujud lainnya
yang lebih halus. Makin ke dalam semakin halus. Contohnya: dunia dna,
dunia partikel, dunia energi, dunia microwave, dunia vibrasi kosmik,
dan masih banyak lagi kulit-kulit alam semesta. Kesimpulannya adalah
alam semesta ini sebenarnya satu-kesatuan sistem yang hidup dan
mempunyai kesadaran.
Kesadaran
manusia berasal dari spirit manusia. Dan spirit manusia berasal dari
spirit alam semesta. Spirit manusia dan spirit alam semesta mempunyai
sifat dan kualitas yang sama, hanya saja berbeda tingkatan.
Perjalanan spirit manusia adalah untuk kembali ke sumber. Spirit yang
terpisah akan merindukan kedamaian, kebahagiaan, dan kemakmuran yang
pernah ia rasakan sebelumnya.
Semua
kerinduan itu menyebabkan manusia tidak stabil dan selalu merasa
gelisah. Dan semua kerinduan itu akan hilang jika spirit manusia
telah kembali ke spirit alam semesta. Karena keduanya mempunyai sifat
dan kualitas yang sama, maka pertemuan itu akan membuat keduanya
melebur kembali sebagai satu kesatuan kesadaran spirit Yang Maha
Hidup.
Pikiran
Universal
Untuk
memudahkan penjelasan, maka saya akan memakai istilah yang lebih
umum. Kesadaran manusia yang berasal dari spirit manusia, saya sebut
sebagai pikiran bawah sadar. Ego manusia atau ke-aku-an atau hawa
nafsu, saya sebut sebagai pikiran sadar. Dan kesadaran semesta yang
berasal dari spirit semesta, saya sebut sebagai pikiran universal.
Bagi para guru kesadaran mereka akan terus meningkat. Mulai dari
menyadari cara kerja pikiran sadar (gelombang otak beta), lalu
menyadari cara kerja citra (gelombang otak alpha), kemudian menyadari
cara kerja pikiran bawah sadar (gelombang otak teta), hingga
menyadari cara kerja pikiran universal (gelombang otak delta).
Tarot
adalah alat yang dapat digunakan oleh orang-orang yang kesadarannya
baru menyadari cara kerja pikiran sadar, untuk berkomunikasi secara
tidak langsung dengan pikiran universal. Untuk memahami hubungan ini,
mari kita pahami sebuah analogi. Misalkan pikiran universal adalah
direktur, pikiran bawah sadar adalah manajer, citra adalah
supervisor, dan pegawai adalah pikiran sadar.
Cara
seorang pegawai mengirimkan surat permohonan pembelian alat kerja
adalah dengan mengirimkan proposal kepada supervisor. Setelah
disetujui maka proposal itu dikirimkan ke manajer. Lalu dikirimkan ke
direktur. Maka direktur akan mengirimkan kembali proposal yang telah
disetujui ke manajer. Kemudian dari manajer dikirimkan ke supervisor.
Dan akhirnya dikembalikan ke pegawai untuk di serahkan ke bagian
pembelian barang.
Kita
coba lihat persamaan polanya. Cara berdoa adalah pikiran sadar
mengirimkan keinginannya berupa kata-kata (verbal) kepada citra
sehingga terbentuklah gambaran mental tentang apa yang diinginkan.
Oleh citra, gambaran mental itu akan diteruskan menjadi kesan rasa
yang timbul di pikiran bawah sadar. Gambaran mental yang
diulang-ulang, akan menimbulkan perasaan dominan di pikiran bawah
sadar. Dan pikiran bawah sadar akan meneruskannya ke pikiran
universal.
Ide
di pikiran universal yang mempunyai frequensi yang sama dengan
perasaan dari pikiran bawah sadar, akan ikut bergetar karena mendapat
fokus perhatian. Karena energi itu mengikuti pikiran, maka perhatian
itu membuat ide yang dimaksud, mempunyai cukup energi untuk mewujud.
Cara mewujudnya adalah dengan menggetarkan pikiran bawah sadar yang
saling terhubung antara semua makhluq dengan pikiran universal (point
to multipoint). Karena semua makhluq itu mempunyai spirit, maka semua
makhluq itu mempunyai pikiran bawah sadar.
Hasilnya
adalah semua makhluq yang di pikiran bawah sadarnya mempunyai
perasaan yang sama, akan saling tarik-menarik untuk mewujudkan
permohonan doa itu. Sedangkan pada pemohon itu sendiri, akan muncul
citra yang ditimbulkan oleh pikiran bawah sadarnya. Diharapkan
pikiran sadar si pemohon dapat memahami citra ini dan mengambil
tindakan sesuai pesan yang dipahami. Jika tindakannya benar, maka
permohonannya akan terkabul. Dengan syarat permohonannya itu bersifat
harmonis dan konstruktif seperti pikiran universal.
Tarot
Sebagai Pemicu Citra
Citra
adalah gambaran mental yang bisa dimengerti oleh pikiran sadar dan
pikiran bawah sadar. Pikiran sadar yang tenang dan telah belajar ilmu
simbol, akan memahami pesan logika pada citra yang bersumber dari
kesan perasaan yang ada di pikiran bawah sadar. Sedangkan pikiran
bawah sadar yang terlatih untuk damai, akan memahami kesan perasaan
pada citra yang bersumber dari pesan logika yang ada di pikiran
sadar.
Mimpi
adalah citra dari pikiran bawah sadar yang muncul ketika kita sedang
tidur. Kilasan adalah citra sesaat / sekejap yang muncul dari pikiran
bawah sadar ketika kita dalam keadaan terjaga / bangun. Khayalan
adalah citra dari pikiran sadar yang terkendali. Sedangkan lamunan
adalah citra dari pikiran sadar yang liar.
Bagi
sebagian orang yang mempunyai kemampuan meramal, maka citra sering
muncul sebagai kilasan. Baik itu ketika sedang memikirkan sesuatu,
maupun secara tidak sengaja. Dengan demikian maka sang peramal bisa
mendapat pesan logika dari perasaan pikiran bawah sadarnya. Sedangkan
perasaan yang bergetar di pikiran bawah sadarnya adalah yang selaras
dengan frekuensi ide di pikiran universal. Sehingga sang peramal bisa
mengetahui apa yang harus dikatakan atau harus dilakukan. Tujuannya
adalah untuk mewujudkan kehendak pikiran universal yang bersifat
harmonis dan konstruktif.
Bagi
orang yang tidak mempunyai kemampuan meramal, maka akan kesulitan
untuk menimbulkan kilasan. Sehingga dibutuhkan alat bantu untuk
memancing kilasan itu agar muncul. Di sinilah fungsi kartu Tarot
sebagai pemicu kilasan. Yaitu sebagai tombol yang menyalakan lampu
kilat / blitz. Jadi tidak penting gambar kartu yang terpilih. Yang
penting adalah pesan dari kilasan yang timbul saat melihat gambar
itu.
Kesimpulan
Dengan
memanfaatkan alat bantu berupa kartu Tarot, maka kita bisa memahami
kehendak spirit semesta. Sehingga kita bisa mengatakan apa yang harus
dikatakan, dan melakukan apa yang harus dilakukan. Dengan kemampuan
ini kita akan menjadi harmonis dengan kehendak spirit semesta dan
menjalani aksi hidup yang konstruktif.
Kita
menjadi harmonis karena keinginan kita akan selaras dengan doa-doa
orang lain sehingga semua keinginan akan terwujud secara sistematis
dan secara tak terduga. Kita menjadi konstruktif bagi lingkungan, dan
alam akan merespon aksi kehidupan kita dengan memberikan lebih banyak
lagi kedamaian, kebahagiaan, dan kemakmuran.