20131016

09 TAROT dan DUPLIKASI

Dalam sesi konsultasi menggunakan media kartu Tarot, menurut pendapat saya sebenarnya terjadi proses duplikasi. Yaitu proses yang berlangsung secara tidak disadari yang mengakibatkan klien meniru kondisi mental dan tingkah laku konselornya. Hal ini merupakan salah satu proses penting pada terapi tarot cur-hat yang saya kembangkan. Untuk lebih jelasnya, saya akan mencoba menerangkan proses duplikasi dari beberapa sudut pandang.

Multi Level Marketing (MLM)
Kata duplikasi pertama kali saya dengar ketika menjual produk secara jaringan pemasaran bertingkat (Multi Level Marketing). Setiap penjual dianjurkan untuk mengembangkan jaringan pemasaran dengan merekrut anggota jaringan yang baru. Setiap penjual bertanggung-jawab atas jaringan pemasaran yang dikembangkannya. Uniknya adalah, ternyata setiap jaringan mempunyai karakter pemasaran seperti penjual senior yang merekrutnya. Inilah yang disebut duplikasi dalam jaringan pemasaran bertingkat.

Konsekuensi dari proses duplikasi ini adalah, penjual senior yang malas bekerja secara tidak sadar akan membangun jaringan pemasaran yang berisi orang-orang yang malas juga. Sedangkan penjual senior yang rajin akan sukses membangun jaringan pemasaran yang berisi orang-orang yang rajin bekerja. Sehingga dalam dunia jaringan pemasaran bertingkat dikenal sebuah prinsip: “Lebih baik membangun jaringan pemasaran yang baru, daripada memperbaiki jaringan pemasaran yang salah metode dari awal”. Dalam istilah lain dikenal juga slogan: “Aura perusahaan adalah sebagaimana aura pimpinannya”.

Vibrasi Aura
Aura adalah medan energi yang menyelimuti tubuh fisik makhluk hidup. Bahkan makhluk halus yang tidak mempunyai tubuh fisik-pun mempunyai medan energi aura. Medan energi aura berupa pancaran gelombang elektromagnetik yang mempunyai frekuensi dan intensitas tertentu. Medan aura ini bisa dideteksi menggunakan foto aura. Setiap perbedaan frekuensi akan mengakibatkan perbedaan warna aura. Warna aura ini menginformasikan tentang karakter dari makhluk hidup itu.

Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan kegiatan untuk berinteraksi antara yang satu dengan yang lainnya. Interaksi ini dilakukan dengan cara berkomunikasi, baik komunikasi secara verbal maupun secara non verbal. Komunikasi yang dilakukan oleh beberapa orang tentunya akan mengakibatkan reaksi antara medan aura di sekitar tubuh fisik. Hal ini akan menyebabkan proses saling mempengaruhi warna aura. Orang dengan intensitas aura yang kuat akan mampu mempengaruhi orang-orang dengan intensitas aura yang lebih lemah.


Neuro Linguistic Programing (NLP)
Dalam buku-buku tentang pemrograman bahasa syaraf (Neuro Linguistic Programing), dikenal istilah Mirror Neuron. Mirror Neuron adalah sel-sel syaraf cermin yang aktif disaat tertentu. Sel-sel syaraf tersebut aktif di saat: mengalami suatu peristiwa, mengingat peristiwa yang pernah dialami, atau melihat peristiwa pada orang lain yang pernah dialami oleh pengamat. Jadi sel-sel syaraf cermin tidak bisa membedakan antara peristiwa yang dialami sendiri, dialami dalam ingatan, atau dialami oleh orang lain. Ketiga kondisi itu akan membuat sel-sel syaraf cermin aktif.

Untuk lebih jelasnya coba kita simak salah satu contoh yang ajaib berikut ini. Setelah peristiwa tsunami di Aceh, ada seorang bapak yang tampak sangat trauma dengan peristiwa itu. Bapak tersebut tampak murung dalam kesedihan karena kehilangan seluruh harta benda dan keluarganya. Kondisi ini diperparah dengan sikap sang bapak yang tidak mau makan. Selama beberapa hari hanya air minum yang mengisi perutnya. Maka relawan bencana mendatangkan seorang terapis NLP untuk mengatasi masalah ini.

Pada awalnya sang terapis hanya duduk di tempat yang jauh tepat di arah depan bapak itu. Yang dilakukan oleh sang terapis hanyalah mengikuti gerak-gerik dari bapak yang malang itu. Jika bapak itu berdiri, maka sang terapis ikut berdiri. Jika bapak itu memegang kepala, maka sang terapis juga ikut memegang kepala. Setelah beberapa jam berlalu, sang terapis merasakan keterhubungannya dengan bapak itu. Dalam keterhubungan inilah sang terapis membangkitkan rasa ingin makan sambil berjalan ke arah bapak itu. Dan secara ajaib, bapak itu-pun meminta makan pada sang terapis tersebut.

Duplikasi pada Sesi Konsultasi Tarot
Pada terapi tarot cur-hat yang saya kembangkan, tujuannya adalah meningkatkan ketenangan bathin klien saya. Karena jika bathin klien tenang, maka secara automatis masalah klien-pun akan hilang dengan sendirinya. Hal ini sesuai dengan hukum tarik-menarik (Law of Attraction). Yaitu jika klien resah, maka akan menarik peristiwa masa depan yang meresahkan ke dalam kehidupannya. Sedangkan jika klien tenang, maka akan menarik masa depan yang baik-baik saja ke dalam kehidupannya.

Untuk menenangkan bathin klien, saya melakukan duplikasi. Yaitu berusaha menciptakan kehidupan saya pribadi yang selalu baik-baik saja. Hasil dari memperbaiki kehidupan pribadi ini akan menenangkan bathin saya sendiri. Ketenangan bathin saya dengan intensitas yang kuat inilah yang mampu membawa klien untuk meningkatkan ketenangan bathinnya melalui proses duplikasi. Dan secara ajaib, tidak lama setelah sesi konsultasi, maka masalah-masalah klien akan hilang dengan sendirinya.

Mengajar Dalam Diam
Entah mengapa saya merasa perlu untuk menyampaikan pokok bahasan mengajar dalam diam. Walaupun hal ini tidak ada hubungannya secara langsung dengan sesi konsultasi menggunakan kartu tarot. Tetapi materi pelajaran ini terkait erat dengan konsep duplikasi. Yaitu berusaha menyadari bahwa kita tidak bisa memperbaiki kehidupan orang lain. Kita hanya mampu untuk memperbaiki kehidupan pribadi diri kita sendiri. Ciri-ciri kehidupan pribadi yang sudah baik salah-satunya adalah pikirannya tenang sehingga hatinya damai.

Dalam komunitas Klub Tarot Jakarta tempat saya bersosialisasi, banyak sekali muda-mudi yang telah merintis karirnya sebagai seorang Tarot Reader. Pada usia mereka yang relatif muda, banyak juga yang kondisi pikirannya sudah tenang. Semakin lama bergaul dengan mereka, akhirnya saya mengetahui dari mana sumber ketenangan itu. Sebagian besar dari mereka sudah pernah mengalami kesulitan hidup yang sangat besar. Sehingga setelah mengatasi kesulitan itu, maka kepercayaan dirinya meningkat. Diri yang tenang adalah diri yang yakin bahwa semua pada akhirnya akan baik-baik saja. Sejak dulu baik-baik saja, saat ini baik-baik saja, dan pastilah masa depan juga tidak akan apa-apa. Masalah dan solusi yang dialami silih berganti hanyalah laksana menonton film di layar televisi. Tidak perlu dirisaukan, hanya perlu menikmati alur kisah dan sabar menunggu akhir cerita.

Ketenangan bathin seperti ini akan tercermin pada tingkah lakunya sehari-hari. Bahkan jika di-foto, aura orang-orang seperti ini akan cerah dan menyilaukan. Perbuatannya akan selalu menginspirasi, kata-katanya akan selalu memotivasi, pemikirannya akan selalu menjadi solusi, dan bahkan kehadirannya saja sudah dapat menentramkan hati. Dengan bergaul di Klub Tarot Jakarta, saya merasakan sensasi yang berbeda dengan komunitas-komunitas hobi yang pernah saya geluti. Sepulang dari acara gathering komunitas, selalu saja ada hal yang membekas. Kadang-kadang berupa ide-ide yang baru, kadang-kadang berupa ketentraman hati, dan kadang-kadang juga berupa semangat hidup yang membara kembali.

Ternyata guru-guru kehidupan itu tidak membutuhkan teori dan kata-kata. Mereka cukup menjaga kejujuran dan konsisten menjadi dirinya sendiri. Maka orang-orang yang bertemu dengan mereka akan ikut termotivasi untuk berani tampil menjadi dirinya sendiri. Yaitu menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai yang diyakininya, sesuai dengan minat dan bakatnya, sesuai dengan misi kelahirannya, dan semua itu berarti sesuai dengan jalan kebahagiaan serta keberuntungannya. Saat ini sedang berlangsung krisis moral yang sangat parah, yang secara bersamaan menyuburkan kebangkitan kesadaran di seluruh muka bumi. Proses duplikasi adalah salah-satu jawaban untuk mengatasi krisis ini. Yaitu dengan meningkatkan kesadaran diri sendiri, menjaga kejujuran, dan konsisten dalam berkarya untuk memberikan kontribusi pada lingkungan.