20131016

05 TAROT dan PENGEMBANGAN DIRI

Pada tulisan kali ini saya coba untuk membagikan pengalaman yang saya alami selama mendalami profesi sebagai konsultan Tarot Cur-Hat. Dalam menjalani profesi ini saya merasakan adanya suatu peningkatan pada kualitas kehidupan dan pada kepribadian saya. Peningkatan ini tidak bisa dilepaskan dari pengalaman saya bertemu dengan kartu-kartu Tarot yang membimbing saya untuk mengembangkan potensi-potensi yang masih terpendam. Setiap kali saya sudah memahami sebuah seri kartu Tarot, maka saya mencari seri kartu Tarot berikutnya yang menarik bagi saya. Karena di luar sana ternyata ada banyak guru yang mengajar lewat seni lukis kartu Tarot. Dan inilah pengalaman saya.


Berawal dari perjumpaan saya dengan kartu Tarot Rider Waite Smith yang merupakan bonus buku Psikologi Tarot karangan Leonardo Rimba dan Joscev Audiacx. Kartu ini berisi simbol-simbol yang saling sulam-menyulam membentuk sebuah pemahaman. Sebagian simbol telah saya kenal, sebagian lagi saya pelajari saat menjelajah internet dan saat perenungan.

Dalam perenungan saya untuk memahami rangkaian simbol-simbol ini, secara tidak sengaja saya mengambangkan logika berpikir. Sehingga bagi saya Rider Waite Smith Tarot berfungsi sebagai alat untuk melatih logika berpikir. Saya mulai bisa merangkai cerita dari kartu-kartu yang tercabut. Ya benar, saya hanya memakai logika. Semua yang saya ungkapkan ke klien berdasarkan simbol-simbol yang terlihat pada kartu. Jadi tidak asal bicara atau menebak-nebak.

Dalam praktek konsultasi, saya tidak menggunakan kartu Rider Waite Smith Tarot. Karena kartu ini sangat umum dan terkesan kurang personal. Kartu ini saya gunakan untuk mengajar kursus Tarot. Tapi akhir-akhir ini saya menemukan seri kartu Tarot yang sangat mirip simbol-simbolnya namun dilukis mengunakan teknik yang lebih modern. Kartu itu adalah kartu Witches Tarot. Walapun dibuat oleh seorang witch / penyihir tapi di dalamnya tidak ada gambar tentang kegiatan penyihir. Yang ada hanyalah simbol-simbol pagan yang biasa digunakan oleh para penyihir.


 

Setelah merasa bisa menguasai kartu pertama saya, maka saya coba memesan kartu kedua dari internet. Pertimbangan saya saat itu adalah saya butuh kartu yang bagus untuk terjun sebagai Profesional Tarot Reader. Saya juga butuh kartu yang gambarnya bisa diterima oleh masyarakat Indonesia, yaitu tidak mengandung unsur agama tertentu, gambar telanjang, dan adegan kejam. Maka pilihan saya jatuh kepada Sun and Moon Tarot yang mempunyai gambar seperti komik anak-anak dan mengandung simbol yang universal.

Pada saat awal saya coba membaca kartu Sun and Moon Tarot mengunakan logika seperti cara saya membaca kartu Rider Waite Smith Tarot. Saat itu saya mengalami frustasi, karena saya tidak bisa membacanya. Setelah lelah mencoba selama beberapa hari, maka saya putuskan untuk menyerah. Dalam keadaan pasrah itulah saya baru bisa membacanya. Ternyata kartu ini lebih cocok kalau dibaca menggunakan perasaan. Karena gambarnya berisi remaja muda-mudi berusia sekitar 20 tahun yang faceless (tanpa wajah). Jadi saya harus membaca body language-nya (bahasa tubuh).


 

Pada akhirnya saya bisa membaca kartu ini. Dengan bantuan kartu ini saya mencoba merumuskan metode terapi menggunakan kartu yang saya beri nama Tarot Cur-Hat. Dengan menggunakan kartu ini saya menjadi super sensitif. Saya bisa memahami inti masalah dan solusi bagi permasalahan klien. Namun potensi logika dan potensi perasaan yang saya kembangkan belum bisa digunakan untuk membuat prediksi kejadian di masa depan. Kelemahan perasaan sensitif salah satunya adalah tidak tega untuk memasang tarif yang proporsional dan tidak tega untuk bersikap tegas kepada klien. Maka itu saya coba mencari kartu di toko buku impor yang bisa mengatasi kelemahan ini.

Akhirnya ketemu juga kartu yang gambarnya modern dan relevan dengan kehidupan di zaman sekarang. Sehingga gambarnya benar-benar menunjukkan prediksi kejadian yang akan terjadi jika kita tidak mengubah sikap kita. Dengan kartu ini saya bisa lebih tegas dan lebih profesional dalam menentukan tarif konsultasi. Kartu ini adalah kartu Law of Attraction Tarot. Hukum tarik-menarik atau Law of Attraction adalah metode motivasi yang dipopulerkan oleh buku The Secret untuk mencapai kesuksesan karir dan materi.

Dengan menggunakan kartu ini saya berhasil mengembangkan salah satu potensi diri selain logika dan perasaan, yaitu aksi nyata dan hasil nyata. Dalam istilah lain ini disebut juga sebagai sifat materialistis. Tanpa sifat materialistis maka kita tidak punya cukup dorongan untuk mencapai kesuksesan karir dan materi. Bagi pekerja usia muda sifat materialistis sangat dibutuhkan untuk membangun masa depan.






Namun kartu dengan gambar yang sangat jelas seperti Law of Attraction Tarot membuat daya imajinasi saya kurang berkembang. Saya hanya bisa mengutarakan apa yang terlukis di kartu itu dan kesulitan untuk mengembangkan pembicaraan dengan klien. Maka sesi konsultasi menjadi kaku dan kurang nyaman. Karena itu saya coba untuk mencari kartu Tarot yang bisa mengatasi kelemahan ini.






Akhirnya saya menemukan kartu Margarete Petersen Tarot. Kartu ini dilukis dengan kombinasi garis, titik, warna, dan simbol yang sekilas terlihat abstrak bagi saya. Warnanya yang cerah dan gambarnya yang samar membuat imajinasi saya berkembang. Kartu ini membuat intuisi saya menjadi semakin terasah. Maka saya telah berhasil melatih empat potensi dalam diri saya, yaitu: logika, perasaan, aksi nyata, dan intuisi.

Jika ke-empat potensi diri ini dianalogikan dengan unsur, maka logika adalah unsur tergesa-gesa atau angin. Perasaan adalah unsur bergejolak atau air. Aksi nyata adalah unsur membumi atau tanah. Dan intuisi adalah unsur cahaya atau api. Sekilas saya merasa sangat bangga dengan pencapaian ini. Karena dengan mengembangkan ke-empat potensi diri maka kita akan mencapai kondisi seimbang. Seseorang yang sudah mencapai kondisi seimbang maka tidak akan terpengaruh oleh ego atau nafsunya.

Untuk lebih mudah memahami mari kita lihat beberapa contoh. Misalkan orang yang mempunyai unsur tanah yang besar, maka setiap berjualan akan memasang harga yang mahal. Sehingga tokonya akan ditinggalkan oleh para pelanggan. Tapi tidak demikian jika unsur air dalam dirinya sudah dikembangkan. Karena perasaan sensitif akan membuat orang itu menaikkan harga barang sambil merasakan empati. Yaitu ia akan menanyakan pada dirinya, "apakah kenaikan harga barang ini bisa diterima para pelanggan?"

Contoh lainnya, misalkan seorang bos selalu ingin segala sesuatunya diselesaikan dengan cepat tanpa mau mendengarkan alasan anak buahnya. Maka bos seperti ini akan kehilangan rasa hormat dari bawahannya. Ini terjadi karena unsur angin orang itu cukup besar. Jika saja unsur apinya telah dikembangkan, maka kejadiannya tidak demikian. Unsur api adalah unsur yang membuat seseorang bersinar dalam gelap, yaitu menjaga popularitas dan wibawanya.

Pada keadaan seimbang seperti ini, sikap hidup saya berubah. Dalam membuat keputusan saya mempertimbangkan perhitungan logika, perasaan, aksi nyata (realistis), dan intuisi (kreatifitas). Maka ego (subyektifitas) saya tidak bisa muncul karena ke-empat unsur itu membuat saya menjadi obyektif. Saya tidak melakukan apa yang ingin saya lakukan, tapi saya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan.

Kelebihan kondisi seperti ini adalah lingkungan kita akan senang pada kita. Sedangkan kelemahan kondisi ini adalah kita merasa biasa saja dan tidak bergairah menjalani hidup. Maka saya sadar akan adanya unsur ke-lima (fifth elemen) yang belum saya temukan. Sulit sekali untuk menemukan elemen ke-lima ini. Lagi-lagi saya mencoba mencari kartu Tarot yang bisa mengajarkan saya tentang elemen ke-lima.






Secara tidak sengaja pikiran bawah sadar saya menginginkan kartu The Spirit of Flowers Tarot. Setelah saya dapatkan kartu ini, saya coba merenungi arti kehadiran kartu ini dalam hidup saya. Secara umum gambar kartu ini terdiri dari dua hal, yaitu anak kecil dan bunga. Sungguh gambar yang menyenangkan, menenangkan, dan menyembuhkan. Setelah hening untuk beberapa hari, saya mulai bisa menyadari adanya elemen ke-lima dalam kartu ini. Simbol bunga adalah lambang keindahan hidup ini. Sedangkan simbol anak kecil adalah lambang cara menikmati keindahan hidup ini. Saya akan coba menguraikan sesuatu yang sebenarnya terlalu besar untuk bisa dibingkai dalam kata-kata.

Bunga telah mengajarkan kepada saya bahwa segala sesuatu itu ciptaan Tuhan dan atas kehendak Tuhan Yang Maha Indah. Maka itu segala sesuatu yang hadir dalam hidup kita tidak ada yang salah. Setiap pengalaman adalah petunjuk yang harus kita maknai dan tindak-lanjuti. Bahwa pengalaman pahit dan manis itu adalah pelajaran yang mengajarkan kepada kita tentang Tuhan. Yaitu: " Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya".

Anak kecil mengajarkan kepada saya bahwa kita hidup pada saat ini. Kenapa harus meratapi kesedihan masa lalu dan merisaukan kebahagiaan masa depan? Anak kecil adalah contoh yang sempurna sebagai manusia 100%. Saat main, maka ia akan menikmatinya dengan 100% tanpa mengingat masa lalu dan merencanakan masa depan. Saat menangis, maka ia akan menangis dengan 100% sampai keinginannya tercapai. Itulah keindahan, menikmati apapun yang kita punya saat ini, dan memerankan skenario apapun yang sedang kita pentaskan.

Setelah mengembangkan unsur logika, perasaan, aksi nyata, dan intuisi, maka elemen ke-lima adalah KESADARAN. Kesadaran bahwa hidup ini sejak awal adalah keindahan pelajaran bagi orang-orang yang tidak putus asa untuk memaknai dan menindak-lanjuti. Hanya orang-orang yang mau belajar dari pengalaman yang akhirnya menemukan syurga dunia. Yaitu suatu keadaan bahagia, laksana anak kecil yang bermain di antara indahnya bunga-bunga di taman.

Itulah sekilas cara pandang saya dalam memaknai kehadiran kartu demi kartu ke dalam kehidupan saya. Semoga saya sanggup untuk menindak-lanjuti pemahaman yang telah saya dapatkan. Pelajaran hidup tidak selalu datang lewat kartu Tarot. Tapi pelajaran hidup selalu datang dari sesuatu yang anda minati dan kuasai. Dengarkan kata hati anda, temukan minat dan bakat anda, di situlah letak sukses anda. Anda cukup menemukan dan mengikuti jejak-jejak yang telah di contohkan oleh para utusan Tuhan. Bukan jejak-jejak mereka dalam kehidupannya, tapi jejak-jejak mereka dalam kehidupan anda.

04 TAROT dan EMPATI

Setelah saya menulis artikel Tarot dan Aura, Tarot dan Intuisi, Tarot dan Kehidupan, kini tiba saatnya untuk menulis artikel Tarot dan Empati. Pada artikel sebelumnya, saya coba membahas kartu Tarot dari berbagai sisi. Artikel Tarot dan Aura mencoba untuk meninjau Tarot menggunakan hukum fisika. Artikel Tarot dan Intuisi mencoba membahas penggunaan kartu Tarot sebagai sarana latihan untuk mempertajam intuisi. Artikel Tarot dan Kehidupan (akan dimuat pada buku Institut Tarot Indonesia) mencoba menerjemahkan rangkaian gambar kartu Tarot dan mengungkap keterhubungannya dengan kehidupan manusia.

Sedangkan pada tulisan kali ini saya mencoba memandang konsultasi Tarot dari sudut yang lain. Yaitu keterampilan konselor dalam mengunakan kemampuan empati dan mencoba menghubungkannya dengan gambar kartu Tarot yang tidak sengaja tercabut. Jadi tidak penting kartu apa yang terambil oleh klien. Karena semua kartu pasti punya kesesuaian dengan masalah klien. Yang penting konselor bisa menghubungkan gambar yang ada pada kartu dan korelasinya dengan masalah klien.

Dalam sesi konsultasi seperti ini, suasana yang tercipta jadi menyenangkan. Konselor akan membuat klien terkagum-kagum dengan keajaiban gambar kartu yang diambil sendiri oleh klien. "Kok bisa gambarnya pas banget sama masalah saya?", itulah komentar klien yang sering saya dengar. Sebenarnya gambarnya sih biasa saja, tapi konselor bisa membuatnya terlihat pas di mata klien. Kemampuan menghubungkan gambar kartu Tarot dengan masalah yang dihadapi klien bergantung pada kemampuan empati dari seorang konselor.

Apakah ini berarti penipuan? Tergantung dari sudut mana anda memandangnya. Jika konselor mengatakan kepastian masa depan yang tidak bisa diubah, maka ya itu adalah penipuan. Dengan intuisinya seorang konselor bisa memprediksi masa depan. Tapi ingatlah, dengan logika kita bisa menganalisa tentang usaha apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki keadaan di masa depan. Jika intuisi yang hadir sangat jelas tentang kepastian masa depan yang akan terjadi. Maka kita masih bisa mengusahakan perbaikan dengan cara memperbaiki kualitas doa kita pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kalau pun ramalan itu pada akhirnya benar-benar terjadi, jangan pernah menganggap peramal itu yang menentukan masa depan. Masa depan yang terjadi adalah kehendak Tuhan, kita wajib mengusahakan perbaikan melalui usaha dan doa. Ciri-ciri malapetaka atau keburukan masa depan yang akan terjadi adalah kita malas berusaha dan berdoa untuk mengubahnya. Kalau pun Tuhan menciptakan sebuah akibat, maka Tuhan pasti menciptakan sebabnya juga. Mampukah kita mengenali penyebab-penyebab itu dan berusaha serta berdoa untuk memperbaiki akibatnya di masa depan?

Bagi saya pribadi tidaklah penting apa yang dikatakan oleh peramal Tarot. Yang paling penting adalah apa akibat kata-kata itu pada diri klien. Pada Terapi Tarot Cur-Hat yang saya kembangkan, saya berusaha mengungkap hikmah dari masalah yang sedang dihadapi klien. Dengan bantuan tebaran kartu Tarot saya coba menjelaskan inti dan penyebab timbulnya masalah. Dengan cara ini saya meyakinkan klien bahwa masalah ini ada sumbernya. Hal ini berarti keadaan klien bisa diperbaiki dengan mengatasi penyebabnya.

Setelah pola pikir klien terbuka pada peluang adanya harapan untuk memperbaiki keadaan, maka saya akan mencoba memberi saran berupa nasehat dan motivasi. Hal ini adalah pemicu agar kilen merasa optimis dan semangat untuk memperbaiki kehidupannya. Rasa optimis dan semangat ini tergolong dalam kategori "Positive Feeling" atau perasaan positif. Perasaan positif akan mempengaruhi pancaran aura sehingga bergeser ke frekuensi positif. Cirinya adalah klien terlihat senang dan menyenangkan. Maka siaran-siaran di alam semesta yang berada di frekuensi positif, akan mampu untuk dinikmati oleh klien. Maka kehidupan klien akan hoki, fortune, selamat, beruntung, atau apapun namanya. Klien akan menemukan jalan keluar dari masalah dan akan menemukan jalan kesuksesannya.

Sekarang saya akan memberikan contoh kasus untuk anda analisa. Seorang peramal Tarot mengatakan bahwa anda akan menjadi pengusaha kaya raya dan dermawan. Lalu anda termotivasi untuk mewujudkan ramalan itu. Dan pada akhirnya ramalan itu terwujud. Mana yang lebih hebat, peramal yang tau masa depan, atau anda yang membangun masa depan?

Bagaimana jika kasusnya diubah. Seorang peramal Tarot mengatakan bahwa anda tidak akan sukses menjadi pengusaha dan selamanya hanya jadi staf pegawai yang tidak akan naik pangkat. Lalu anda termotivasi untuk bangkit dan menentang ramalan itu. Dan ramalan itu pada akhirnya tidak terbukti. Mana yang lebih penting, membuktikan bahwa ramalan itu salah, atau menjadi pengusaha sukses?

Pertanyaan-pertanyaan di atas berusaha memberikan pemahaman bahwa perkataan peramal Tarot itu tidak penting, kartu Tarot yang terambil juga tidak penting. Yang paling penting adalah apa akibat yang ditimbulkan kata-kata peramal dan gambar-gambar kartu Tarot pada klien. Sebagai peramal Tarot harapan saya adalah anda bisa bangkit dari keterpurukan, menjalani hidup yang optimis, bersemangat, dan penuh syukur. Dan perasaan positif yang anda pancarkan akan membuat hidup anda hoki, fortune, selamat, atau beruntung.

Empati
Banyak orang umum dan ahli yang mencoba merumuskan arti kata empati. Bagi saya pribadi empati adalah kemampuan memahami orang lain dengan cara memahami diri sendiri. Dalam kasus yang lebih luas kita juga bisa memahami hewan, tumbuh-tumbuhan, alam semesta, kejadian, suara, warna, bintang, garis tangan, wajah, tingkah laku, dan lain-lain melalui memahami diri sendiri. Karena sesungguhnya segala sesuatu yang kita alami dan saksikan dalam hidup ini adalah rajutan lambang-lambang yang mewakili perasaan tertentu. Dan semua perasaan yang ada di dunia ini, sudah ada sejak dulu dalam diri kita. Kita tinggal menemukan pengalaman atau penyaksian yang membangkitkan perasaan tersebut.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, kita menemukan pengalaman hidup di luar diri, tapi kita merasakan rasanya di dalam diri. Sebagai contoh: kita bertemu dengan seorang tokoh masyarakat, maka rasa yang mungkin timbul di perasaan kita, beliau adalah orang yang sombong. Atau mungkin juga timbul perasaan beliau adalah orang yang rendah hati. Contoh lainnya: kita minum air teh hangat, maka rasa yang mungkin timbul di perasaan kita, air teh ini menyegarkan rasanya tawar. Atau mungkin juga timbul perasaan air teh ini menyenangkan rasanya manis.

Inti dari empati adalah kejujuran dalam merasakan perasaan kita yang terdalam. Distorsi kejujuran terletak pada kepentingan pribadi dan pengaruh logika yang tidak bisa mengerti tentang apa yang dirasakan. Maka hentikanlah pikiran, heningkanlah keinginan, dan perlambat geombang otak lewat pernafasan dan konsentrasi. Dengan cara tersebut, maka kita bisa lebih jujur dalam merasakan, yaitu tanpa pengaruh asumsi-asumsi yang telah kita ciptakan sebelumnya.

Dalam sebuah sesi konsultasi, dengarkanlah keluhan dan pertanyaan klien. Perhatikan juga tingkah-laku dan cara berpakaian klien. Untuk memahami klien maka rasakanlah perasaan yang timbul dalam diri kita. Memang sangat sulit untuk jujur dalam merasakan. Salah satu cara mengatasi distorsi adalah dengan menggunakan gambar-gambar pada kartu Tarot untuk membuat perhatian logika kita teralihkan ke kartu. Jika mata kita melihat sebuah gambar yang bersesuaian dengan masalah klien, maka perasaan kita akan jelas tentang apa yang seharusnya dikatakan dan apa yang seharusnya jangan dikatakan.

Logika berpikir dengan cara rasional, yaitu membandingkan sesuatu dengan yang lainnya. Maka itu logika tidak bisa mengambil keputusan terbaik, karena secara logika keputusan terbaik itu tidak ada. Semakin banyak belajar maka kita semakin tau bahwa selalu ada keputusan yang lebih baik lagi.

Tidak demikian halnya dengan perasaan terdalam. Ia tau apa yang harus dilakukan dan dikatakan walaupun logika kita belum memahaminya. Mungkin juga ini yang disebut "Rasa Sejati". Banyak peramal Tarot yang saya kenal memanfaatkan rasa terdalam ini untuk memberikan nasehat dan motivasi. Untuk mengakses rasa ini sebagian Peramal Tarot murni menggunakan kartu Tarotnya. Dan sebagian yang lainnya mengakses rasa ini lewat cara yang unik, kemudian disampaikan menggunakan kartu Tarot. Dalam hal ini kartu Tarot tidak lebih dari sekedar alat peraga saja. Inilah yang saya maksud dengan memanfaatkan empati dalam konsultasi kartu Tarot.

Pada kesempatan kali ini saya tertarik untuk membahas peramal Tarot yang menggunakan kartu Tarot hanya sebagai alat peraga dalam memberikan nasehat dan motivasi. Sebagaimana pendapat saya di atas bahwa empati adalah kemampuan memahami orang lain dengan cara memahami diri sendiri, maka kata kuncinya adalah kejujuran dalam merasakan perasaan kita yang terdalam. Dan untuk merasakan perasaan terdalam ini banyak peramal yang membutuhkan pemicu.

Ada peramal yang sensitif saat mendeteksi suara, wajah, mata, telapak tangan, tanggal lahir, astrologi, tanda tangan, ampas teh, ampas kopi, postur, gestur, dan lain-lain. Biasanya sensitifitas ini didapatkan secara alami dan tidak belajar secara khusus. Ini berkaitan dengan kondisi tanpa ego. Ada orang yang egonya memuncak jika melihat wajah cantik. Maka orang seperti ini tidak bisa sensitif jika mendeteksi wajah. Jika dipaksakan maka ia tidak dapat jujur mengakses perasaan terdalam dan hanya menyampaikan yang baik-baik saja pada klien yang cantik.

Kesimpulan
Temukanlah pemicu yang sesuai bagi anda. Yaitu sesuatu pada seseorang yang memungkinkan anda mencapai kondisi tanpa ego dalam merasakan rasa terdalam. Misalnya saja coba membaca tulisan tangan klien saat menuliskan nama di daftar tamu. Maka dengan sekejap saja anda tau dengan siapa anda sedang berhadapan. Selanjutnya persilahkan klien memilih kartu. Maka presentasikanlah rasa terdalam yang anda rasakan saat membaca tulisan tangan klien, melalui alat peraga berupa tebaran kartu Tarot. Maka klien akan terkejut dengan ketepatan pembacaan anda. Apakah kartunya yang tepat? Bukan, tapi presentasinya yang memukau. Ingat tugas fortune teller, yaitu membuat seseorang menjadi beruntung. Caranya rasakan dengan empati apa yang bisa membahagiakan klien. Lalu beri nasehat dan motivasi agar klien yakin untuk menempuh jalan itu. Presentasikanlah dengan katu Tarot secara memukau. Maka klien anda akan optimis, bersemangat, penuh syukur, dan selalu beruntung.

03 TAROT dan KEHIDUPAN

Apa hubungan gambar kartu Tarot dengan kehidupan manusia? Mengapa komposisi kartu Tarot seperti itu? Mengapa kartu Tarot mempunyai nomor berurutan? Apa pesan yang ingin disampaikan oleh kartu Tarot? Sebagian Tarot Reader peduli dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Sebagian lagi hanya trampil menggunakannya dan tidak tertarik untuk menjawab teka-teki itu. Tetapi teka-teki itu akan selalu ada bagi mereka yang terpanggil untuk memecahkannya. 

Saya adalah salah seorang yang terpanggil untuk memecahkan teka-teki itu dalam sebuah perenungan. Saya menyebut teka-teki itu dengan istilah "TAROT CODE". Sebagaimana layaknya sebuah CODE, mereka menanti orang yang akan memecahkannya dan memahami pesan yang ingin disampaikannya. Dalam memecahkan Tarot Code saya memilih jalan perenungan, dan meminimalkan studi literatur. Hal ini sengaja saya lakukan, agar setelah selesai perenungan, saya akan coba mencari apakah ada literatur yang mempunyai kemiripan dengan hasil perenungan saya.

Ada baiknya saya jelaskan dulu komposisi kartu Tarot yang saya maksud. Saya menggunakan referensi kartu Tarot Rider Waite Smith karya Arthur Edward Waite dan ilustrator Pamela Colman Smith. Saya pilih kartu ini sebagai acuan, karena kartu ini merupakan kartu yang paling banyak digunakan di dunia. Kartu ini dipublikasikan pertama kali pada 5 Desember 1909. Jadi kartu ini sudah berumur lebih dari 100 tahun dan saat ini masih dapat ditemukan di toko-toko buku impor. Keahlian A.E. Waite dalam okultisme barat tidak diragukan lagi, beliau adalah member dari "Hermetic Order of the Golden Dawn". Maka kandungan pesan yang terdapat dalam Deck Tarot ini saya percaya sebagai ilmu pengetahuan yang dibuat oleh seorang yang sangat ahli di bidangnya.

Pada Deck Tarot Rider Waite Smith terdapat 78 kartu Tarot bergambar. Biasanya Tarot Reader berusaha memaknai simbol-simbol yang tergambar di setiap kartu. Anda bisa mempelajari simbol-simbol ini melalui buku mengenai Tarot yang sangat banyak di toko buku impor. Tapi saya menggunakan metoda yang lain. Saya coba memahami gambar-gambar pada kartu Tarot menggunakan kepekaan rasa. Maka itu pemahaman saya berbeda dengan literatur yang pernah ada.

78 kartu Tarot dibagi ke dalam 2 kategori, yaitu 22 kartu Arkana Mayor dan 56 kartu Arkana Minor. Arkana Mayor berarti jalan utama. Dan Arkana Minor berarti jalan samping. Menurut pemahaman yang saya dapatkan, Arkana Mayor adalah peta perjalanan jiwa manusia. Sedangkan Arkana Minor adalah cara memahami jiwa manusia.

Tentang Kehidupan
Hidup manusia di alam ini adalah pengalaman yang akan menjadikan manusia menjadi alim (berilmu). Dalam istilah lain, hidup adalah perjalanan (Life is Journey). Syarat sebuah perjalanan adalah: ada yang berjalan dan ada jalan. Yang berjalan dijelaskan pada kartu Tarot Arkana Minor. Sedangkan jalan dijelaskan pada kartu Tarot Arkana Mayor. Jiwa manusia berjalan di jalan hidupnya, dari sudut pandang Tarot ini berarti Minor berjalan di Mayor.

Tentang Manusia
Kepribadian manusia dijelaskan pada kartu Tarot Arkana Minor. Yaitu setiap manusia terdiri dari empat unsur karakter. Setiap manusia adalah unik, karena komposisi persentase dari ke-empat unsur karakternya ternyata berbeda-beda. Ke-empat unsur karakter tersebut digambarkan pada 56 kartu Tarot Arkana Minor, yang terdiri dari: 14 kartu karakter wands, 14 kartu karakter cups, 14 kartu karakter swords, 14 kartu karakter pentacles. Setiap karakter digambarkan dalam 14 kartu, yang terdiri dari: 4 kartu karakter dasar, dan 10 kartu tentang peristiwa dalam kehidupannya sehari-hari.

Dengan memahami 4 kartu karakter dasar pada 4 karakter yang berbeda, maka kita dapat dengan mudah meng-klasifikasikan seseorang. Maka timbul pertanyaan besar, "Jika setiap orang adalah unik, maka bagaimana caranya kita dapat melakukan klasifikasi berdasarkan karakter?". Caranya adalah dengan memahami karakter dominan yang mempengaruhi kepribadian orang itu. Memang setiap kepribadian terdiri dari komposisi 4 karakter dengan persentase yang berbeda-beda, tapi setiap orang punya karakter dominan, karakter pertimbangan, dan 2 karakter lain yang tersimpan di pikiran bawah sadarnya.

Secara sederhana dapat saya ilustrasikan sebagai berikut. Jika seorang anak mempunyai Ayah dengan karakter dominan cups, dan Ibu dengan karakter dominan wands, maka ada 2 kemungkinan. Anak itu mempunyai karakter dominan cups dan karakter pertimbangan wands. Atau anak itu mempunyai karakter dominan wands dan karakter pertimbangan cups. Sedangkan karakter swords dan pentacles tersimpan di pikiran bawah sadarnya.

Karakter dominan dan pertimbangan sangat penting dalam mengambil keputusan secara sadar. Jiwa manusia (Minor) tumbuh dewasa di jalan hidupnya (Mayor) dengan cara memilih dan memutuskan. Maka itu orang yang selalu memanfaatkan jasa peramal untuk memilihkan dan memutuskan jalan hidup yang terbaik baginya, akan menjadi orang yang tidak pernah tumbuh menjadi dewasa. Seorang Tarot Reader menurut saya sebaiknya menjadi pembimbing agar klien dapat menemukan beberapa jalan hidup yang bisa dipilih. Dan menjadi pembimbing agar klien dapat memutuskan salah satu jalan hidup dari pilihan yang tersedia. Biasanya memilih jalan hidup dilakukan ketika kita memilih jalan keluar dari suatu masalah.

Yang saya maksud dengan 4 kartu karakter dasar pada 4 karakter yang berbeda, yaitu: page of wands, knight of wands, queen of wands, king of wands, page of swords, knight of swords, queen of swords, king of swords, page of cups, knight of cups, queen of cups, king of cups, page of pentacles, knight of pentacles, queen of pentacles, king of pentacles. Dengan mempelajari 16 kartu karakter dasar ini maka kita dapat dengan mudah memahami karakter dominan seseorang, apakah termasuk kategori wands, swords, cups, atau pentacles.

Saya berikan ciri-ciri sederhana dari setiap karakter. Karakter wands suka pada popularitas, berpikir spontan, yaitu melakukan yang ingin ia lakukan saat itu. Karakter swords suka pada tahta jabatan, berpikir rasional, yaitu melakukan sesuatu yang ia anggap benar dan lebih mudah. Karakter cups suka pada keindahan dan keteraturan, berpikir emosional, hanya melakukan yang ia sukai. Karakter pentacles suka pada kedamaian dan kekayaan, berpikir materialistis, yaitu hanya melakukan sesuatu yang membawa keuntungan nyata.

Setelah mengenal ke-empat karakter dasar ini kita akan memahami cara seseorang mengambil keputusan dalam hidupnya. Jika seseorang mempunyai karakter dominan wands dan karakter pertimbangan cups. Maka saat mengambil keputusan ia akan mempunyai keputusan spontan tak beralasan, dan kemudian mulai mempertimbangkan apakah hal itu indah dan sesuai aturan. Biasanya keinginan spontan yang kreatif berlawanan dengan aturan kelaziman yang ada. Dengan cara analisa seperti ini kita akan memahami kebingungan yang terjadi pada diri klien. Masalah bukanlah masalah, kebingungan adalah masalah yang sesungguhnya.

Untuk memahami peristiwa sehari-hari dalam hidup klien, kita dapat belajar pada kartu Tarot Arkana Minor nomor satu (Ace) sampai sepuluh yang sesuai dengan karakter dominannya. Yaitu 10 kartu bernomor pada wands, swords, cups, atau pentacles. Dengan demikian kita akan memahami karakter dasar klien dan peristiwa dalam kehidupannya sehari-hari. Wajarlah kalau seorang Tarot Reader dapat memprediksi kepribadian, masalah, dan solusi bagi klien dengan tepat. Karena semuanya sudah tergambar di kartu Tarot Arkana Minor.

Hubungan karakter dominan dan karakter pertimbangan ada 3, yaitu saling menguatkan (wands dan swords, cups dan pentacles), saling melengkapi (wands dan pentacles, swords dan cups), dan saling berlawanan (wands dan cups, swords dan pentacles). Yang paling bermasalah adalah karakter dominan dan karakter pertimbangan yang mempunyai hubungan saling berlawanan. Karakter yang mempunyai hubungan saling menguatkan akan menghasilkan kepribadian Super Inrovert atau Super Extrovert. Karakter yang saling melengkapi adalah hubungan yang sangat baik jika kita bisa menyadari kedua karakter itu dengan jelas. Kalau kita tidak dapat menyadari dengan jelas, maka seolah-olah karakter yang saling melengkapi itu terlihat seperti saling berlawanan. Inilah dua karakter utama (dominan dan pertimbangan) pada manusia yang menjadi sumber kebingungan, sehingga dunia yang damai ini terlihat seperti bermasalah. Hanya orang bermasalah yang mempermasalahkan kehidupan yang sebenarnya damai.

Dengan pemahaman akan ke-empat karakter dasar diharapkan kesadaran kita bisa meningkat. Bahwa kita adalah kesadaran yang tidak terikat pada karakter apapun. Jika kita telah berhasil lepas dari keinginan akan popularitas, tahta jabatan, keindahan keteraturan, dan kedamaian kekayaan, maka kita akan mudah menyesuaikan diri pada keadaan. Sebagai kesadaran yang telah merdeka kita bebas menggunakan karakter wands, swords, cups, dan pentacles sesuai kebutuhan. Kita tidak lagi melakukan yang kita inginkan. Kita hanya melakukan yang seharusnya kita lakukan. Yaitu mengalir dalam keselarasan dengan alam menuju kesuksesan, ketenangan, keberlimpahan, dan kebahagiaan.

Tentang Jalan Hidup
Walaupun jalan hidup yang dipilih dan diputuskan oleh setiap orang itu berbeda-beda, namun menurut saya sebenarnya mempunyai tahapan yang sama. Pada kartu Tarot Arkana Mayor saya menyimpulkan ada 4 tahapan. Tahapan pertama adalah kartu nomor 0 (The Fool). Yaitu tahap seseorang menjalani hidup tanpa menyadari tujuan hidupnya, misi kelahirannya, dan alasan penciptaannya. Menjalani hidup dengan cuek, tak peduli, dan ceroboh. Pada tahap ini orang akan berputar-putar pada masalah yang sama tanpa berusaha untuk keluar dari perputaran itu.

Tahap selanjutnya adalah fase ulat, sebagaimana digambarkan pada kartu Tarot Arkana Mayor nomor I - VII. Ciri fase ulat adalah manusia mencari ketenangan dan kebahagiaan ke luar dirinya. Yaitu berusaha mencari: ilmu pengetahuan (I), misteri kehidupan (II), kenyamanan dan keberlimpahan (III), tahta dan kekuasaan (IV), guru spiritual (V), kekasih tercinta (VI), dan pengalaman baru (VII). Ujung dari fase ini adalah ulat yang kekenyangan tanpa terpuaskan. Yaitu telah memiliki segalanya tetapi tetap bingung, resah, gelisah, galau, cemas, dan tidak menemukan ketenangan serta kebahagiaan yang dicari.

Tahap berikutnya adalah fase kepompong, sebagaimana digambarkan pada kartu Tarot Arkana Mayor nomor VIII - XIV. Ciri-ciri fase kepompong adalah manusia mencari ketenangan dan kebahagiaan ke dalam dirinya. Yaitu berusaha mencari: perdamaian dengan dirinya (VIII), hasrat hati terdalam (IX), hikmah dan makna dibalik perjalanan hidupnya (X), kedewasaan untuk memilih dan memutuskan (XI), kesabaran dalam keyakinan (XII), momentum untuk taubat dan berubah menjadi lebih baik (XIII), kesederhanaan antara realistis dan idealis (XIV). Ujung dari fase ini adalah kepompong yang siap untuk mengeluarkan kupu-kupu yang indah.

Tahap terakhir adalah fase kupu-kupu, sebagaimana digambarkan pada kartu Tarot Arkana Mayor nomor XV - XXI. Ciri-ciri fase kupu-kupu adalah manusia tidak lagi dalam pencarian, melainkan sudah menemukan jalan hidup yang tenang dan membahagiakan. Yaitu menjadi orang yang: membelenggu hawa nafsunya sehingga setan tidak lagi dapat menggoda (XV), hancur kesombongan dirinya (XVI), mempunyai sifat terpuji dan berkasih sayang terhadap siapa pun (XVII), mampu menahan diri dari pengaruh negatif lingkungan (XVIII), berkarya tanpa pamrih menyebarkan manfaat bagi lingkungan (XIX), menerima hasil kebaikannya selama ini (XX), melebur dalam keselarasan yang harmonis dengan semesta (XXI). Ujung dari fase ini adalah menemukan ketenangan dan kebahagiaan yang selama ini ia cari.

Kesimpulan
Ternyata gambar-gambar pada kartu Tarot bersumber dari kehidupan manusia. Yaitu mencerminkan perjalanan jiwa menuju keutuhan dirinya. Urutan pada kartu Tarot Arkana Mayor merupakan siklus yang terus berulang menuju kedewasaan yang lebih tinggi. Sedangkan urutan pada kartu Tarot Arkana Minor adalah perjalanan karakter dominan mencapai titik jenuh (nadir). Titik jenuh ini digambarkan pada kartu Tarot Arkana Minor nomor X pada setiap karakter. Yaitu titik dimana kesadaran jiwa mulai mempertanyakan eksistensi dirinya di alam semesta. Inilah akhir dari keterikatan seseorang pada karakternya, dan merupakan awal perjalanan kedewasaan seperti tergambar pada kartu Tarot Arkana Mayor nomor 0 (the fool).

Dengan gambar-gambar inilah kartu Tarot berhasil menjelajah waktu, menembus zaman, dan sampai ke peradaban kita saat ini. Bukan hanya sekedar alat pada permainan tanya jawab. Tapi merupakan pesan dari masa lalu yang berisi peta harta karun yang selama ini kita cari. Bahwa ketenangan dan kebahagiaan sejati ada pada keutuhan diri saat kita berhasil mengembangkan potensi dan berkontribusi selaras dengan keadaan alam semesta.

02 TAROT dan INTUISI

Salah satu fungsi dari kartu Tarot adalah sebagai metoda untuk berlatih ketajaman intuisi. Setiap kartu Tarot mempunyai berbagai simbol yang bisa dipersepsikan oleh seorang pewacana (reader). Simbol tersebut bisa berupa warna, garis, gambar, lambang, maupun kisah yang bersesuaian dengan gambar. Intuisi sering kali hadir dalam pemahaman kita dipicu / di-trigger / dipancing oleh persepsi kita. Namun bagi pewacana yang terlatih, ada kalanya intuisi yang hadir tidak ada hubungannya secara langsung dengan persepsi yang kita definisikan sebelumnya terhadap sebuah kartu.

Jadi apa sebenarnya intuisi itu? Bagaimana cara kerjanya? Berapa tingkat akurasinya? Apakah intuisi itu bisa menggantikan fungsi logika matematis dalam mengambil keputusan? Apakah semua orang mampu melatih intuisi? Bagaimana penjelasan akademisnya? Apakah tidak berbahaya jika intuisi disalah-gunakan untuk bermain judi? Bisa tidak intuisi dugunakan untuk mengetahui pencuri, barang hilang, pembunuh, atau pemerkosa dalam proses hukum? Apa masa depan itu bisa diketahui melalui intuisi?

Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di masyarakat tentang intuisi. Pertanyaan-pertanyaan itu adalah dampak sistem pendidikan kita yang terlalu melatih logika tanpa melakukan olah kebathinan. Definisi kebenaran logika berbeda dengan definisi kebenaran intuisi. Dalam sistem pendidikan logika, kebenaran adalah sesuatu yang bisa masuk akal dan dibuktikan dengan percobaan. Maka seringkali kebenaran yang biasa kita pahami, harus bisa didefinisikan dengan kata-kata tertentu atau rumus matematis. Jika sistem pendidikan logika ini tidak di-imbangi dengan olah kebathinan berupa ritual, meditasi, berpantang, atau latihan pengendalian diri yang lainnya, maka kita akan salah mengartikan dunia ini. Kita akan melihat dunia ini sesuai yang kita pahami, bukan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Keadaan yang sebenarnya adalah tidak ada sesuatu pun yang bisa kita definisikan. Dunia ini berisi hal-hal yang tak berhingga. Tidak ada satu pun kata dan rumus matematis yang selalu benar disetiap keadaan. Setiap aksi menghasilkan reaksi. Karena tidak ada aksi yang persis sama, maka tidak ada reaksi yang persis sama juga. Dua aksi yang sama tempatnya, pasti beda waktunya. Dua aksi yang sama waktunya, pasti beda tempatnya. Tidak ada dua aksi dengan waktu dan tempat yang sama.

Kalau dibuat analogi sangat sederhana, mungkin seperti ini contohnya. Kita bekerja di perusahaan. Secara logika, maka di akhir bulan kita dapat gaji / upah. Tapi di alam nyata tidak sesederhana itu. Ada yang gajinya terlambat, ada yang baru terima sebagian dulu, ada yang tidak dibayar karena perusahaannya bangkrut, ada yang menerima gaji lebih cepat, ada yang gajinya habis karena dipotong biaya pengobatan, ada yang gajinya dipotong karena sering terlambat, ada yang gajinya dipotong karena uang setoran yang hilang, ada juga yang gajinya ganda karena dijumlahkan dengan gaji bulan lalu yang belum diterima.

Saya beri contoh lain. Secara logika satu ditambah satu sama dengan dua. Coba kita terapkan di kehidupan nyata. Satu orang ditambah satu orang belum tentu dua orang. Kalo dua orang ini saling membenci, maka mungkin akan ada kejadian saling membunuh. Sehingga hasilnya dua orang meninggal, atau dalam bahasa lain tidak ada orang hidup yang tersisa. Kalo dua orang ini saling mencintai, maka mungkin akan ada pernikahan. Sehingga hasilnya adalah sebuah keluarga dengan dua orang anak, atau dalam bahasa lain jumlahnya jadi empat orang.

Dunia nyata ini hanya bisa disaksikan, disensor, dirasakan, di-alami, atau apapun istilahnya dalam keyakinan anda. Alam ini bisa didefinisikan tapi tidak ada definisi yang sempurna. Alam ini bisa diprediksi tapi tidak ada prediksi yang pasti. Alam ini bisa dirumuskan dengan kata-kata dan rumus matematis tapi tidak pernah ada kata-kata dan rumus matematis yang lengkap. Satu-satunya kepastian adalah ketidak-pastian. Dalam bahasa lain hal ini disebut RELATIFITAS.

Berdasarkan penjelasan saya di atas, maka hal terbaik untuk menjelaskan intuisi adalah anda harus mengalaminya sendiri, anda harus merasakannya. Hidup ini adalah perjalanan. Dalam perjalanan ada pengalaman. Dan mustahil untuk menjelaskan hal yang anda alami walaupun lewat kamera video. Pengalaman makan sate padang misalnya, anda tidak dapat menceritakan rasanya dengan tepat. Karena dalam rasa ada banyak unsur seperti rasa di lidah, rasa saat menelan, suhu makanan, warnanya, dan aroma yang tercium, serta rasa lainnya seperti rasa kesal karena lama mengantri.

Untuk itu dalam artikel ini saya hanya menjelaskan fenomena yang saya alami. Saya berharap anda bersedia mencoba permainan kartu Tarot ini. Karena pasti fenomena yang anda rasakan akan berbeda dengan fenomena yang saya rasakan. Setiap hal dan kejadian di dunia ini unik, mereka hadir dengan fungsi yang spesifik di waktu dan tempat yang spesifik juga. Maka itu pengalaman bermain kartu Tarot dalam hidup saya mempunyai fungsi yang khusus buat saya. Salah satu hikmah terbesarnya adalah saya mulai percaya akan adanya kata hati.

Kita mulai dengan istilah-istilah lain untuk intuisi. Dalam masyarakat umum ada banyak budaya, sehingga banyak istilah yang mempunyai ke-miripan dengan intuisi. Bagi yang menggunakan tradisi mata bathin atau mata ke-tiga, biasanya intuisi di-identikan dengan penglihatan bathin atau vission yang terlihat. Bagi tradisi lain ada juga yang menyebutnya bisikan ghaib. Pada tradisi lain disebut sebagai ilmu "tau sebelum dikasih tau" atau "bisa tanpa berguru". Ada juga tradisi yang menyebutnya dengan firasat, dan dalam hal-hal tertentu kadang disebut juga hidayah. Intinya proses mengetahui tanpa melalui panca indera, walaupun seringkali pemicunya adalah rangsangan pada panca indera. Saya lebih nyaman menyebutnya dengan istilah kata hati, dan saya mempelajarinya dengan cara berlatih mengambil hikmah. Yaitu mengambil hikmah dari ayat-ayat kitab suci, dan mengambil hikmah dari pengalaman dalam hidup saya. Kalo bahasa zaman sekarang mirip dengan istilah "The Power of Positive Thinking".

Menurut pengalaman saya, intuisi adakalanya tajam dan adakalanya tumpul. Intuisi menjadi sangat tajam saat kita merasa bersemangat. Ini mirip dengan istilah "The Power of Positive Feeling". Hal-hal yang membuat kita bersemangat ada yang positif dan ada yang negatif. Hal yang positif adalah saat kita bisa men-syukuri keajaiban-keajaiban yang terjadi dalam hidup kita. Hal yang negatif contohnya adalah saat kita bersemangat dalam pertarungan untuk membalas dendam. Intuisi dalam pertarungan semacam ini digunakan untuk menebak arah serangan lawan. Tapi saya tidak membahas lebih lanjut tentang intuisi dalam keadaan dendam ini.

Contoh intuisi dalam kehidupan sehari-hari bisa kita amati pada pengemudi bus antar kota. Dalam keadaan bersemangat pengemudi berani menyusul kendaraan di depannya walaupun di tikungan tajam. Secara logika ini bukan berani melainkan konyol / bodoh. Karena di tikungan tajam kita tidak bisa melihat kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Tapi kenyataannya pengemudi bus antar kota sering melakukan itu, dan dalam beberapa kasus menyebabkan kecelakaan fatal. Dan ini membuktikan intuisi tidak selalu akurat. Dalam hal ini pengemudi bus berani mempertaruhkan nyawa penumpang pada ketajaman intuisinya. Intuisi seperti ini termasuk intuisi negatif karena semangat timbul dari keinginan ingin cepat sampai tujuan tanpa mempedulikan keselamatan penumpang.

Dalam permainan kartu Tarot, saya anjurkan menggunakan semangat yang ditimbulkan oleh hal-hal yang positif. Pewacana Tarot menggunakan jenis kartu yang berbeda-beda untuk menimbulkan perasaan bersemangat ini. Ada pewacana yang bersemangat dengan seri kartu bergambar bunga, bergambar kucing, bergambar abstrak, bergambar lambang-lambang, bergambar pemandangan alam, dan gambar lainnya. Tapi ada juga yang bersemangat menggunakan kartu unik yang khas, pendapat saya ini timbul karena sifat anti sosial atau ingin pengakuan, atau sangat mungkin ada alasan pribadi yang saya tidak tau. Contohnya seri kartu bergambar vampir, zombie, tengkorak, gothic, heavy metal, satanic, dan lain-lain. Intinya pilihlah seri kartu Tarot dengan gambar yang membuat anda bersemangat. Karena intuisi menjadi sangat tajam saat anda bersemangat.

Saat anda baru membeli sebuah seri kartu Tarot, anda perlu untuk menimbulkan persepsi anda pada setiap kartu yang ada pada seri itu. Ini bukan menetapkan sebuah makna dan memaksakannya untuk masuk ke sebuah kartu. Tapi ini adalah proses hening, tenang, dan fokus untuk merasakan persepsi yang timbul dari gambar atau lambang yang ada pada setiap kartu. Biasanya persepsi yang timbul belum terasa pas /cocok dengan gambar dan lambangnya. Seiring dengan berlatih menggunakannya dalam beberapa kali pewacaan, maka anda akan menemukan persepsi yang lebih terasa pas. Tidak jarang saya harus memahami kehidupan pencipta dan pelukis seri itu terlebih dahulu untuk memahami gambar dan lambang yang digunakannya. Setelah itu saya cari pengalaman hidup saya yang bersesuaian.

Tulisan di atas adalah cara saya mengingat makna kartu, yaitu dengan mengingat pengalaman hidup saya yang bersesuaian dengan persepsi yang ditimbulkan dari setiap kartu. Setiap kartu mempunyai detil gambar yang cukup banyak. Setiap detil bisa menimbulkan persepsi tertentu pada pemahaman kita. Maka kita dituntut untuk peka terhadap setiap detil gambar yang ada. Mungkin ada kupu-kupu di kanan atas, mungkin ada kelinci di kanan bawah, mungkin ada lambang tak hingga di atas kepala, mungkin ada bentuk tongkat yang unik, mungkin ada motif pola baju yang khas, perhatikan setiap detilnya. Tidak ada gambar atau lambang yang tidak sengaja dilukis, semua mempunyai maksud tertentu. Dan jika dirangkai dengan detil lainnya di sebuah kartu akan menjadi sebuah narasi / cerita.

Perlu kita pahami bahwa 78 kartu dalam sebuah seri Tarot dibuat dari kehidupan satu orang mausia. Maka itu tidak penting kartu mana yang terambil, semua kartu mempunyai kesesuaian dengan kehidupan kita. Seorang Pewacana Tarot harus yakin bahwa kartu yang terambil tidak pernah salah. Keyakinan ini akan memudahkan pewacana dalam proses memahami intuisi yang dirasakannya. Bagi pemula intuisi ini akan dipicu / ditrigger / dipancing oleh persepsi yang timbul dari detil gambar atau lambang di sebuah kartu. Kita tidak perlu membaca setiap detil pada sebuah kartu, cukup membaca yang ingin dibaca saja. Nasehat saya ikuti kata hati.

Proses reading dimulai dengan membimbing klien untuk membentuk pertanyaan yang sesuai dengan apa yang ingin diketahui. Seni membentuk pertanyaan inilah yang paling sulit menurut saya. Karena klien yang sedang resah akan kesulitan mendefinisikan inti permasalahan dan jawaban yang di-inginkan. Maka sering kali pertanyaannya adalah apa yang akan terjadi? Kalau pertanyaannya seperti ini jawabannya pasti yang akan terjadi adalah peristiwa yang membingugkan. Karena menurut Hukum Tarik-Menarik "kemiripan menarik kemiripan", maka kebingungan akan menarik kebingungan.

Yang biasanya saya lakukan adalah terapi cur-hat untuk mengetahui apa yang sebenarnya di-inginkan klien. Setelah itu kartu Tarot saya fungsikan untuk memberi nasehat tentang hal-hal yang harus dipertimbangkan. Sehingga klien bisa lebih mudah mengambil keputusan. Di sinilah fungsi Tarot sebagai pembimbing agar seseorang menjadi lebih dewasa dalam mengambil keputusan. Yaitu memutuskan yang seharusnya diputuskan, walaupun tidak selalu sesuai dengan keinginan pribadi.

Kerangka berpikir di atas perlu saya bagikan dengan pembaca untuk memahami arah pembahasan saya. Tarot bagi saya adalah alat bantu analisa untuk memberikan bahan-bahan pertimbangan. Keputusannya tetap ada di tangan klien. Dengan kerangka berpikir seperti ini beban mental pewacana akan berkurang. Bayangkan kalo anda memaksakan diri untuk menjadi Maha Tau tentang keputusan yang harus diambil, dan masa depan yang akan terjadi. Beban mental ini akan menghalangi anda untuk memahami intuisi yang anda rasakan. Kecuali jika anda bukan seorang pemula, anda bebas melakukan apa saja dengan penuh tangung jawab. Sebagai penutup artikel ini, saya menyarankan yakinlah dengan kemampuan anda. Cobalah permainan ini. Maka anda akan terkejut dengan keajaiban intuisi yang anda miliki.

01 TAROT dan AURA

Pada penggunaan kartu TAROT ada dua pertanyaan besar yang sering timbul. Yaitu: "Bagaimana cara membaca kartu?" dan "Kenapa kartu yang terambil bisa tepat?". Untuk pertanyaan yang pertama sudah banyak dibahas di buku-buku psikologi, yaitu tentang pemaknaan simbol. Saya coba untuk membahas pertanyaan yang kedua dengan pendekatan hukum fisika.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu memahami tentang adanya Energi Aura. Energi Aura adalah energi yang memancar disekitar benda berenergi atau makhluk hidup. Energi aura mempunyai dua besaran pokok, yaitu panjang gelombang dan intensitas cahaya. Panjang gelombang (λ) mempunyai satuan meter, yaitu sama dengan 1 per frekuensi (f) dengan satuan Hertz. Dalam notasi bisa dituliskan sebagai berikut: λ = ( 1 / f ).

Dalam kehidupan sehari-hari panjang gelombang biasa kita kenal dengan warna, artinya setiap warna mempunyai panjang gelombang yang berbeda. Warna aura termasuk warna yang tidak kasat mata (tak tampak). Karena warna aura berada dua oktaf di bawah cahaya tampak. Satu oktaf cahaya terdiri dari berbagai warna, yaitu: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Ini serupa dengan oktaf pada tangga nada do, re, mi, fa, so, la, si.


Warna aura dapat diamati menggunakan berbagai cara. Ada dua cara yang paling sering digunakan, yaitu menggunakan Kirlian Photography dan Aura Video Station. Pada teknik Kirlian Photography, kita hanya bisa mengambil gambar untuk Aura pada suatu saat tertentu. Teknik ini baik digunakan untuk mengamati aura tumbuhan atau benda berenergi.

Untuk mengamati aura hewan dan manusia disarankan menggunakan teknik Aura Video Station (AVS). Alat ini dihubungkan ke personal komputer dan mempunyai alat input tambahan berupa plat metal tempat menaruh telapak tangan bagi orang yang mau dilihat Auranya. Untuk melihat aura hewan, tentu saja dibutuhkan penyesuaian alat input tambahan.

Dengan bantuan kamera AVS kita bisa mengamati bahwa ternyata aura manusia itu dinamis (tidak statis). Aura kita terus berubah warna mengikuti suatu pola tertentu. Bahkan jika kita memikirkan sesuatu yang mempengaruhi mental dan emosi kita, maka pola warna aura juga ikut berubah. Memang ada warna aura dominan, tapi itu belum bisa mewakili keseluruhan informasi yang dapat dibaca lewat perubahan pada pola warna aura.

Besaran Aura yang kedua adalah intensitas cahaya. Untuk cahaya tampak, satuan intensitas cahayanya adalah candela (kuat cahaya lilin). Tapi untuk cahaya tak tampak, saya belum tau apa satuan yang dipakai. Intensitas cahaya Aura dapat kita amati pada terang atau redupnya cahaya Aura pada hasil Kirlian Photography atau hasil Aura Video Station.

Perlu di-ingat, cahaya Aura berada dua oktaf di bawah cahaya tampak. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa masih banyak cahaya Aura yang lebih rendah lagi oktafnya. Ini terjadi karena keterbatasan alat ukur dan pengamatan. Energi Aura pada setiap kartu Tarot pun demikian, masih sulit untuk diamati menggunakan instrument alat ukur yang ada.

Ketika kartu Tarot dicetak, energi Auranya sama dengan energi Aura kertas bergambar yang lainnya. Begitu juga saat kita membelinya di toko buku atau toko hobi. Namun ketika seorang Tarot Reader memberikan makna terhadap gambar pada setiap kartu, maka energi Aura yang dipancarkan oleh Tarot Reader akan memodulasi sinyal informasi pada kartu Tarot. Dalam hal ini kartu Tarot berfungsi sebagai sinyal pembawa atau carier.

Kartu Tarot saya anggap sebagai sinyal yang mempunyai pola frekuensi tertentu. Karena menurut fisika quantum, benda terkecil yang menyusun semua benda yang ada bukanlah partikel, melainkan vibrasi energi yang bereaksi terhadap niat penelitinya. Maka itu hati-hati terhadap niat pikiran, karena akan mempengaruhi vibrasi energi benda-benda di sekitar kita.
Seorang Tarot Reader adalah orang yang mempunyai fokus pikiran yang sudah terlatih. Karena menurut saya urutan gambar pada kartu Tarot adalah ajaran budi pekerti luhur yang akan membimbing Tarot Reader untuk memperbaiki akhlak atau kepribadiannya. Jika seorang Tarot Reader sungguh-sungguh disiplin memperbaiki akhlak atau kepribadian mengikuti panduan pada urutan gambar di kartu Tarot, maka akan menjadi orang dengan pengendalian pikiran yang fokus, dan pengendalian diri yang baik.

Itulah sekilas tentang energi Aura dan proses terjadinya energi Aura tertentu pada setiap kartu Tarot. Sekarang saya akan mencoba menjelaskan jawaban dari pertanyaan: "Kenapa kartu yang terambil bisa tepat?".

Semua yang terjadi di alam ini bekerja dengan satu hukum yang sama yaitu hukum tarik-menarik. Sejak dulu hingga nanti hukum ini selalu bekerja. Orang-orang bijak, pemikir, dan para pemimpin besar telah mengetahui rahasia ini. Sekarang saya coba menjelaskan hukum ini pada anda.
  • Segala sesuatu yang datang ke dalam hidup anda ditarik oleh anda ke dalam hidup anda. Dan segala sesuatu itu tertarik ke anda oleh citra-citra yang anda pelihara dalam benak. Apapun yang berlangsung dalam benak, anda menariknya ke diri anda.” Bob Proctor (buku The Secret)
  • Anda akan menarik apapun yang anda fokuskan ke dalam hidup anda. Apapun yang anda beri energi dan perhatian akan kembali kepada anda. Jadi jika anda terus berfokus pada hal-hal yang baik dan positif di dalam hidup anda, otomatis anda akan menarik lebih banyak hal-hal yang baik dan positif ke dalam hidup anda.” Jack Canfield (buku Key to Living The Law of Attraction)
  • Sesuatu akan menarik pada dirinya segala hal yang satu sifat dengannya.” Erbe Sentanu (buku Quantum Ikhlas)
  • Kita adalah magnet hidup. Kita menarik ke dalam hidup kita orang-orang dan keadaan-keadaan yang harmonis dengan pikiran dominan kita.” Brian Tracy (buku Law of Attraction Tarot)
  • Perasaan baik menandakan anda sedang dalam frekuensi cinta yang positif. Perasaan buruk menandakan anda sedang berada pada frekuensi negatif. Apapun yang anda rasakan, entah baik atau buruk, menentukan frekuensi anda, dan seperti magnet, anda pun menarik orang2, kejadian2, dan keadaan2 yang berada pada frekuensi yang sama!” Rhonda Byrne (buku The Power)
Citra yang dipelihara dalam benak, fokus perhatian, sifat, pikiran dominan, frekuensi perasaan, semua itu adalah hal-hal yang mempengaruhi panjang gelombang (warna) dan intensitas (kekuatan) energi Aura yang kita pancarkan. Maka alam pun akan bereaksi dengan memberikan orang-orang, kejadian, dan ide-ide yang selaras dengan energi Aura yang kita pancarkan.

Jika kita berpikir bahwa saya adalah orang yang paling pintar di kantor, semua orang adalah bodoh dan selalu salah dalam bekerja. Maka secara emosi kita akan menjadi seorang pemarah. Aura pemarah yang kita pancarkan, akan membuat orang-orang di sekeliling kita menjadi tidak suka dan marah kepada kita. Memarahi orang lain hanya akan membuat orang lain menjadi marah pada kita.

Jika orang seperti yang saya sebutkan di atas menanyakan mengenai pekerjaan di kantor, kemudian ia mencari jawaban dengan mengambil salah satu kartu Tarot. Maka kemungkinan kartu Tarot yang akan terambil adalah The Tower atau The Emperor.

Begitulah cara kerja kartu ini. Orang yang memikirkan sesuatu akan mengambil kartu Tarot yang auranya selaras dengan hal yang sedang dipikirkannya. Kartu Tarot itu tertarik pada kita sesuai dengan pancaran aura yang dipengaruhi oleh pola pikir, kepribadian, dan kebiasaan kita. Begitu juga dengan orang-orang, kejadian, dan ide-ide yang akan tertarik ke dalam hidup kita dan membentuk masa depan kita. Semua itu hanya reaksi alam terhadap energi Aura yang kita pancarkan.

Maka itu gunakanlah katu Tarot untuk men-simulasikan hukum tarik-menarik yang bekerja pada kita. Sehingga kita bisa mengetahui hal-hal negatif apa yang akan ikut tertarik ke dalam hidup kita. Sebelum hal negatif itu terjadi, perbaikilah pancaran aura kita. Yaitu dengan memperbaiki pola pikir, kepribadian, dan kebiasaan kita.

20130124

Terapi Tarot Cur-Hat



TTC merupakan TERAPI untuk memperbaiki keberuntungan anda melalui sinkronisasi vibrasi kosmik. TTC menggunakan permainan kartu TAROT sebagai metode komunikasi santai untuk membahas masalah anda. TTC adalah proses mencurahkan isi hati (CUR-HAT) yang merupakan komunikasi antar pikiran bawah sadar untuk memperbaiki motivasi dan mengajarkan Law of Attraction.